LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ganjar Dipanggil DPP PDIP, FX Rudy: Siapa Tahu Pulang Bawa Rekomendasi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo FX Hadi Rudyatmo atau akrab disapa Rudy mengajak para kader berpikir positif dengan pemanggilan itu. Pemanggilan Ganjar sebagai kader partai, menurut Rudy, menunjukkan jika dia diakui sebagai kader partai.

2022-10-24 19:19:35
Ganjar Pranowo
Advertisement

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memenuhi panggilan DPP PDIP, Senin (24/10). Dia diminta memberikan klarifikasi atas pernyataannya siap menjadi calon presiden.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo FX Hadi Rudyatmo atau akrab disapa Rudy mengajak para kader berpikir positif dengan pemanggilan itu. Pemanggilan Ganjar sebagai kader partai, menurut Rudy, menunjukkan jika dia diakui sebagai kader partai.

"Pemanggilannya itu mau diapakan kita juga nggak ngerti. Siapa tahu setelah dipanggil malah pulang bawa rekomendasi, kan begitu," ujar Rudy saat ditemui Senin (24/10).

Advertisement

Ikuti berita Ganjar Pranowo di Liputan6.com

Bela Sikap Ganjar

Mantan Wali Kota Solo yang secara blak-blakan mendukung Ganjar itu memberikan pembelaan saat kesiapan menjadi Capres 2024 diungkapkan. Menurutnya, sebagai kader PDI Perjuangan harus siap ketika ditanya sesuatu yang menyangkut kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Advertisement

Ucapan Ganjar yang menyatakan siap maju Pilpres 2024 saat ada yang menanyakan, dinilainya sudah tepat."Tidak ada kader PDI Perjuangan ditanya untuk kepentingan masyarakat, apalagi kepentingan bangsa dan negara, jawabnya tidak siap itu tidak ada, adanya siap, sehingga menurut saya Pak Ganjar nggak salah, nggak ada salahnya," tandasnya.

Yang perlu diketahui, lanjut Rudy, seseorang yang akan maju sebagai capres haruslah dicalonkan melalui partai politik atau gabungan partai politik. Mereka juga harus memenuhi syarat minimal 20% di parlemen atau 25% perolehan suara.

"Nggak mungkin Pak Ganjar mau nyapres tapi tidak dicalonkan dari partai
atau gabungan partai politik. Nggak ada calon presiden independen. Sehingga kalau Pak Ganjar dipanggil DPP, menurut saya malah lebih baik," tandasnya.

"Lebih baik, pasti akan ditanya kesiapan nyapres, kan gitu. Mungkin bisa diarahkan siapa tahu. Kalau saya lebih berpikir positif saja," imbuhnya.

Siap Diberi Sanksi

Yang perlu digarisbawahi, menurut Rudy, pemanggilan Ganjar Pranowo, baik mendapat penghargaan maupun sanksi, dia tetap PDIP.

"Karena kalau saya ditanya wartawan, Pak Ganjar siap nyapres, Pak Rudy dukung nggak? Ya dukung no. Sesama kader ya sah-sah saja, kecuali saya dukung calon presiden dari partai lain. Lha itu saya melanggar aturan," katanya.

Namun, lanjut Rudy, jika sikapnya tersebut dianggap melanggar disiplin partai, dirinya siap menerima sanksi. Rudy meminta agar sesama kader tidak saling mencari-cari kesalahan. Karena pada akhirnya penentuan akhir menjadi hak prerogatif ketua umum partai.

"Kalau kader dipanggil, mau dikasih reward atau punishmen, itu namanya diakui sebagai kader. Ngapain susah-susah mikir," katanya.

Yakin Megawati Bijaksana

Rudy mengaku berkomunikasi dengan Ganjar sepekan lalu atau sebelum ucapan kesiapan nyapres terlontar. Ia juga menegaskan jika pencalonan kepala daerah hingga presiden, semuanya tergantung kepada rekomendasi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Kalau saya mendukung Pak Ganjar, tapi ketua umum tidak memberi rekomendasi kan ya sia-sia. Kita semua menyadari itu. Kader partai yang tegak lurus kan seperti itu. Ini kan belum, nanti kalau sudah ada yang ditunjuk baru saya komentar," jelasnya.

Rudy menambahkan, pada saatnya nanti Megawati akan memilih kader terbaik sebagai calon Presiden 2024. Megawati, lanjut dia, sangat berpengalaman dalam hal memilih kader terbaik demi kepentingan bangsa dan negara.

"Bu Ketum itu sangat arif dan bijaksana kok. Apalagi untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan kepentingan kelompok, pribadi maupun kepentingan keluarga," pungkasnya.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.