Gagal jadi menteri, Maruarar Sirait juga mental dari pengurus PDIP
Di periode sebelumnya, Maruarar, merupakan ketua DPP PDIP bidang pemuda dan olah raga.
Nama Maruarar Sirait sempat digadang-gadang sebagai calon pemimpin muda masa depan dari PDIP. Masuk bursa calon menteri kabinet Jokowi-JK, Maruarar terpental di menit-menit terakhir. Di partai, dia juga terpental dari kepengurusan.
Saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno membacakan susunan pengurus DPP PDIP periode 2015-2020, tak ada nama Maruarar dalam daftar nama. Padahal di periode sebelumnya, Ara, sapaan akrabnya, merupakan ketua DPP bidang pemuda dan olah raga. Posisi itu kini diisi oleh Sukur Nababan.
Mega mengungkapkan alasan di balik pemilihan 'kabinet' yang akan membantunya itu. Dia tidak ingin ada sosok yang memecah belah partai duduk di kepengurusan. Mega juga melakukan penilaian karakter dari masing-masing sosok pengurus yang dipilihnya termasuk jiwa kepemimpinan mereka.
"Saya melihat ini pantas di sini, oh tidak bisa, yang ini memecah belah, yang ini tidak pintar tapi bisa memimpin. Kalau Ada yang merasa saya yang harus jadi (pengurus), saya tinggal menunjukkan ini cermin diri kamu. Ini dari keilmuan, kamu manusia seperti ini. Ada yang bisa dibetulkan, ada orang pintar, ada yang tidak begitu (pintar) tapi ada dedikasinya," tutur Mega.
Baca juga:
Jadi ketua ekonomi kreatif, Prananda disebut Mega tukang ngumpet
Ini susunan lengkap pengurus DPP PDIP periode 2015-2020
Pesan Mega ke Hasto: Begitu berkhianat saya sembelih
Mega tak setuju menteri Jokowi harus mundur dari partai
Puan Maharani tetap jabat ketua PDIP bidang polkam, tapi nonaktif