LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gagal jadi ketua umum, Akom minta jabatan Waketum Golkar

Akom tak ingin disebut kalah dalam pertarungan di Munaslub, tapi mengalah.

2016-05-24 07:47:00
Munaslub Golkar
Advertisement

Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) gagal menjadi ketua umum Golkar setelah kalah bertarung dengan pesaing terberatnya Setya Novanto di Munaslub Golkar di Bali, 14-17 Mei lalu. Akom memutuskan untuk mundur dari pencalonan meski meraih suara 30 persen dan berhak maju ke pemilihan selanjutnya.

Rupanya, ada deal di balik mundurnya Akom dan menyerahkan kepemimpinan Golkar oleh seterunya Setya Novanto. Akom ingin tetap menjadi ketua DPR, tidak diganggu oleh Setya Novanto sehingga legowo mundur dari bursa caketum Golkar. Diketahui dalam putaran pertama, Setnov mendapat 277 suara dan Akom 173 suara dari total 554 suara.

"Harapan saya dan banyak orang aman. Tapi itu kan tergantung partai hendakinya gimana. Tapi kan saat Munaslub saya mengalah. Bukan kalah loh yah. Yang jelas dealnya gini, saya fokus urus DPR, Setya Novanto urus DPP," kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5) lalu.

Saat ini tim formatur tengah menyusun kepengurusan Partai Golkar periode 2014-2019 di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Dalam penyusunan ini, para seteru Setya Novanto khususnya Ade Komarudin diyakini tak bakal mendapatkan tempat.

Kekhawatiran ini juga dilihat oleh Timses Akom, Firman Soebagyo. Dia meminta, agar Setya Novanto memperhatikan para seterunya selama di Munaslub. Begitu juga perpecahan sebelum munaslub digelar antara kubu Bali dan Ancol.

"Kalau kita kembali kepada spirit munaslub yang rekonsiliatif, seharusnya tidak dibatasi, toh ini hanya tiga tahun. Karena prinsip rekonsiliasi ini menggabungkan kepentingan-kepentingan daripada semua pihak, baik dari kelompok Munas Bali yang lalu atau dari Ancol dan kemudian kelompok Timses Caketum Munaslub harus ada representasi dalam kepengurusan," kata Firman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/5).

Firman bahkan tak canggung meminta jabatan buat seorang Akom di DPP Golkar nantinya. Dia melihat, Akom cocok menjabat sebagai wakil ketua umum. Meskipun kabar yang ia dengar, jabatan waketum akan dihapus oleh DPP Golkar kepengurusan baru ini.

"Sekarang kita lihat Pak Ade Komarudin, jangan lihat karena jabatanya sebagai ketua DPR, tapi usia masih muda tidak tepat dimasukan dalam dewan pembina. Jadi kalau dimasukkan ke dalam ketua koordinator atau calon waketum karena Pak Akom adalah calon yang lolos daripada 30 persen. Ini harus ada representasi, daripada Pak Akom di situ," jelas Firman.

Firman kurang sepakat jika caketum dimasukkan ke dalam dewan pembina. lebih baik, kata dia, para caketum dimasukkan ke dalam struktur organisasi semisal wakil ketua umum di DPP Golkar.

"Oleh karena itu, sebaiknya, caketum jangan dimasukkan ke dalam dewan pembina, tapi dimasukan dalam struktur organisasi. Oleh karena itu, ada gagasan bahwa calon-calon itu kalau dimasukkan ke dalam wakil ketua umum. Tapi calon Waketum dalam susunan organisasi di AD/ART dihapus lagi, yang ada hanya tiga ketua yaitu Ketum, ketua harian, ketua koordinator," tegas dia.

Baca juga:
Timses minta Akom tak masuk dewan pembina, tapi jadi waketum Golkar
Para caketum Golkar diisukan masuk dewan pembina, waketum dihapus
Loyalis Akom minta Setnov akomodir semua kubu di kepengurusan baru
Istana tegaskan reshuffle kabinet tak tergantung Munaslub Golkar
Ketika survei mencuatkan nama Luhut di tengah keterpurukan Golkar
PDIP sebut dukungan Golkar tak akan ubah komposisi menteri
Golkar masuk 'perangkap politik' di bawah kepemimpinan Setya Novanto

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.