LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fatwa ibu dan minat Ridwan Kamil masuk partai politik

Ada fatwa ibu di balik minat Ridwan Kamil masuk partai politik. Partai Golkar tak mau kehilangan kesempatan mendapatkan kader yang memiliki pengalaman membangun kota Bandung. Golkar ingin mengikat Ridwan Kamil jadi kader partai pimpinan Setya Novanto.

2017-11-11 08:29:00
pilgub jabar
Advertisement

Partai Golkar tak mau kehilangan kesempatan mendapatkan kader yang memiliki pengalaman membangun kota Bandung. Golkar ingin mengikat Ridwan Kamil jadi kader partai pimpinan Setya Novanto.

Hal ini usai Partai Golkar menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018. Proses pembuatan Kartu Tanda Anggota pun diklaim sedang dilakukan DPP Golkar.

"Ya, kan ada tahapan untuk menjadi kader itu, ada prosesnya. Beliau (Ridwan Kamil-red) sudah menyatakan keinginan untuk menjadi kader, sebagai partai kita akan memproses itu agar beliau segera punya KTA," ungkap Ketua DPP Golkar Yahya Zaini, Jumat (10/11) kemarin.

Kepada tim merdeka.com, Ridwan Kamil pernah mengungkap niatnya menjadi kader partai politik. Saat mencalonkan diri jadi wali kota Bandung, Ridwan berstatus non kader yang diusung oleh Gerindra dan PKS.

Di balik niatnya masuk partai, pria yang akrab disapa Emil mengatakan, hal tersebut karena fatwa sang ibu yang pernah diutarakan. Emil menegaskan, tak pernah melupakan jasa-jasa Gerindra dan PKS yang menjadikannya wali kota Bandung. Tapi, dia punya alasan kenapa tak mau menjadi kader Gerindra.

"Saya tidak melupakan yang dulu, Gerindra dan PKS itu duluan. Tapi dalam hidup ini saya taat pada ibu saya. Ibu saya itu menyampaikan satu fatwa. 'Jangan masuk parpol dulu sebelum terpilih'. Saya bilang kenapa? 'Kalau belum masuk parpol sebelum terpilih, Insya Allah dukungan dari mana-mana. Tapi kalau setelah terpilih berarti karirmu memang mau di politik. Sok silakan," kata Emil dalam wawancara khusus dengan merdeka.com dua pekan lalu.

"Nah, Gerindra mensyaratkan itu yang tidak bisa saya penuhi. Kan berarti melanggar nasihat ibu saya," kata Emil.

Emil menekankan, baru akan masuk menjadi kader partai jika sudah terpilih menjadi kepala daerah lagi untuk kedua kalinya. Sayang, dia menolak mengungkap, partai mana yang diminatinya nanti.

"Ya masih kayak pacar banyak kan, pilih-pilih dulu. Jadi paham ya. Bukan tidak, tapi belum. Ya perjodohannya itu lah," kata Emil.

Dalam acara deklarasi Golkar dukung Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien di Pilgub Jabar, Emil sempat mengutarakan punya chemistry dengan partai Golkar. Tak mau kecolong, itu yang menjadi dasar Golkar segera mengikat Emil. Tapi hingga kini, Emil belum memberikan tanggapan.

"Dalam sambutang Kang Emil kemarin, beliau mengatakan bahwa sudah memiliki chemistry dengan Partai Golkar, beliau ingin sekali berlabuh di Golkar, kata beliau, Tolong terima saya menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar," ujar Yahya Zaini.

Baca juga:
Golkar segera proses pembuatan kartu tanda anggota untuk Ridwan Kamil
PKB dukung usulan NasDem soal konvensi untuk cari cawagub Ridwan Kamil
Pilgub Jabar jadi pintu masuk Ridwan Kamil gabung partai politik
Tolak Daniel Mutaqien, PPP ingin Uu Ruzhanul dampingi Ridwan Kamil
Daniel Mutaqien dinilai bisa jadi kartu mati Ridwan Kamil
Jika terpilih jadi Gubernur, Ridwan Kamil akan gabung salah satu partai pengusung
Dedi Mulyadi absen di penyerahan SK Emil-Daniel, ini penjelasan Golkar

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.