LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fahri: Orang tegas harus memimpin, bukan orang baik tapi bodoh

"Kita sepertinya mengalami trend yang beda, orang tegas kita anggap sombong, orang 'sangat alim' dianggap segalanya."

2015-01-26 14:48:12
Fahri Hamzah
Advertisement

Di tengah kisruh Polri dan KPK, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berkicau di Twitternya soal karakter seorang pemimpin. Menurut Fahri, tugas penting manusia dalam menjalani kehidupan adalah belajar.

Dia menuliskan dalam akun @Fahrihamzah, dikutip merdeka.com, Senin (26/1), dalam cerita belajar akan muncul membentuk karakter manusia. Ada yang baik dan kapasitasnya di atas rata-rata, namun ada juga yang baik namun bodoh.

Menurut dia, orang yang baik tapi lemah maka kebaikannya hanya untuk dirinya sendiri, sementara rakyat hanya terkena dampak dari kelemahannya itu. Akan tetapi sebaliknya, lanjut Wasekjen PKS ini, orang yang biasa yang bagi dirinya tapi tegas, bisa menyelamatkan bangsanya.

"Merekalah yang harus memimpin, bukan orang baik yang bodoh," kicau Fahri. Dia tak menjelaskan, secara detail apa maksud kicauannya ini.

"Kita sepertinya mengalami trend yang beda, orang tegas kita anggap sombong, tapi orang yang secara simbolik 'sangat alim' kita anggap segalanya," tulis Fahri.

Fahri juga menyebutkan, jika segala sesuatu tidak diserahkan kepada ahlinya maka akan menimbulkan bencana. Lagi-lagi Fahri tak menjelaskan, apa maksud ucapannya ini dan kepada siapa ocehan ini ditujukan, Dia hanya meminta agar tulisan-tulisannya ini tidak membuat orang tersinggung.

"Jangan ada yang tersinggung ya, karena ini semua diskusi, bahwa bukan masalah yang banyak, tapi kapasitas kita rendah," kata Fahri.

"Mari kita doakan agar pemimpin kita kapasitasnya tambah baik. Agar masalah jadi kecil," terang dia.

Seperti diketahui, kisruh antara Polri vs KPK berawal dari penetapan tersangka calon tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan. Tak lama berselang, Polri menangkap dan menetapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto tersangka.

Advertisement

Sejumlah LSM dan tokoh masyarakat mendesak agar Presiden Jokowi bersikap tegas dalam menengahi kisruh ini. Jokowi bahkan diminta keluarkan Perppu hak imunitas kepada pimpinan KPK dan menginstruksikan Polri agar menghentikan penyidikan bagi Bambang Widjojanto.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.