LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fahri curiga ada operasi intelijen dalam kasus pemecatannya

Fahri berujar, dia tidak pernah mendapat penjelasan secara detail dan tertulis mengenai kasusnya.

2016-04-08 17:30:28
Fahri Hamzah
Advertisement

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai ada operasi senyap yang disetting jauh-jauh hari untuk menjatuhkan dirinya. Dia berupaya mendalami dan mengklarifikasi siapa saja yang bermain di PKS yang memecat dirinya dari seluruh jenjang partai.

"Karena saya kira ada operasi lain di belakang keputusan DPP, operasi intelijen menjadikan persoalan saya jadi bias dan berkembang," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4).

‎Fahri berujar, dia tidak pernah mendapat penjelasan secara detail dan tertulis mengenai kasusnya. Namun pimpinan PKS justru mengunggah kronologi kasusnya kepada publik melalui website partai. Selain itu ada yang membocorkan surat pemecatannya ke publik.

"Seolah-olah tindakan saya melawan, padahal pembocoran dokumen dilakukan mereka. Hari Sabtu tiba tiba ramai ngebom saya. Saya bilang belum terima (surat pemecatan) hari Minggu makin deras dan presiden partai mengakui kebocoran itu. Jadi siapa yang bocorkan? Saya jelas belum terima," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Fahri masih tidak terima dipecat dari seluruh jenjang partainya. Dia menuding Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman‎ telah merekayasa sebuah peradilan internal partai untuk menjatuhkannya.

"Tidak mengindahkan AD/ART dan juga serangkaian tindakan-tindakan yang terencana dan direkayasa untuk menciptakan persidangan-persidangan yang ilegal, yang fiktif," kata Fahri.

Namun menurut Fahri, ketika proses hukum yang dia ajukan berjalan menurutnya sengketa internal harus berhenti dan tidak bisa dieksekusi. Maka dari itu sembari melakukan tuntutan hukum, dia akan tetap menjabat sebagai pimpinan DPR.

"Ada anatomi besar dari kasusnya. Tapi saya fokus pada pimpinan partai telah melakukan perbuatan melawan hukum. Unsurnya seperti yang didapat dari KUHP Perdata. Ada pihak yang dirugikan, saya merasa dirugikan perjalanan saya bersama partai ini tiba-tiba dihilangkan begitu saja," tuturnya.

Baca juga:
Anis Matta dan Fahri Hamzah, dua sohib yang disingkirkan PKS
PKS bantah pemecatan Fahri Hamzah pembersihan loyalis Anis Matta
Fahri Hamzah curhat di Twitter, dikeluarkan dari grup WhatsApp PKS
Ledia: Fahri sudah menjalankan tugas pimpinan DPR sesuai arahan PKS
Fahri protes PKS: Mister Tifatul buat kontroversi bukan dosa besar?

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.