LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fahri bantah kabar akan hijrah ke Demokrat

Pertemuan itu bukan untuk membicarakan soal kabar dirinya akan bergabung dengan Demokrat.

2016-04-23 13:18:39
PKS pecat Fahri Hamzah
Advertisement

Setelah dipecat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah dikabarkan akan bergabung ke Partai Demokrat. Fahri juga dikabarkan bakal menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait hal tersebut.

Menanggapi kabar itu, Wakil Ketua DPR RI ini membenarkan ingin bertemu SBY. Namun, menurut dia, rencana pertemuan itu bukan untuk membicarakan soal kabar dirinya akan bergabung dengan Demokrat.

"Jadi ceritanya, kami (Fahri dan Syarief Hasan) kan lagi jalan-jalan terus ketemu di press room. Kebetulan kan saya sama Pak SBY kan tetangga, dekat rumahnya. Saya tanya-tanya ke beliau (syarif) kapan ketemu Presiden SBY," kata Fahri di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4).

"Kita bilang presiden lho, karena tidak ada mantan presiden. Makanya kita mau ngobrol. Ngobrol yang lain-lain banyak isu, " sambungnya.

Menurut Fahri, selam 10 tahun Indonesia dipimpin SBY, banyak yang telah dicapai. Oleh karena itu, dirinya harus banyak belajar dari Presiden RI ke 6 itu.

"SBY tuh memimpin kita 10 tahun banyak yang beliau lakukan. Pondasi ekonomi kita, pondasi demokrasi kita, beliau letakkan. Jadi, kita mesti belajar untuk melihat apa yang sudah terjadi, itu adalah suatu prestasi," ujarnya.

Fahri menuturkan, jika dulu dirinya kerap mengkritik pemerintahan SBY bukan berarti membenci. Akan tetapi agar pemerintah waspada dalam menjalankan pemerintahan.

"Kalau dahulu, saya termasuk mengkritik Pak SBY, saya kira itu juga salah satu manfaatnya. Supaya pemerintah waspada dalam menjalankan pemerintahan. Bukan kita benci pemerintah. Dalam demokrasi tidak ada benci-bencana jangan diambil pribadi, ini cara kita melihat persoalan dan hasilnya baik," tuntasnya.

(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.