LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fadli Zon Minta Maaf Ke Kedubes Rusia Atas Ucapan Jokowi

Ucapan permintaan maaf itu berawal dari cuitan Kedutaan Besar Rusia @RusEmJakarta. Dalam cuitan Kedutaan Rusia menegaskan pihaknya tidak pernah ikut campur urusan politik Indonesia.

2019-02-06 01:15:00
Fadli Zon
Advertisement

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta maaf atas ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menuding ada pasangan capres-cawapres yang menggunakan teknik propaganda ataupun konsultan dari Rusia. Hal itu dikatakan Fadli melalui akun Twitter resminya @Fadlizon.

Ucapan permintaan maaf itu berawal dari cuitan Kedutaan Besar Rusia @RusEmJakarta. Dalam cuitan Kedutaan Rusia menegaskan pihaknya tidak pernah ikut campur urusan politik Indonesia.

"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," cuit @RusEmJakarta seperti dikutip merdeka.com, Selasa (5/2).

Advertisement

Cuitan itu langsung dibalas atau di retweet dengan ucapan maaf oleh Fadli Zon. Ia meminta maaf atas sikap Presiden Jokowi yang dianggap terlalu tergesa-gesa dalam menyampaikan sesuatu.

"Mohon maaf atas pernyataan presiden @jokowi yang grasa grusu," ucap Fadli.

Sebelumnya, Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menginginkan kontestasi Pilpres 2019 diisi dengan cara berpolitik yang mendidik dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat.Namun kenyataan saat ini justru sebaliknya. Hoaks dan fitnah bertebaran di media sosial.

Advertisement

Menurut Jokowi, banyaknya hoaks yang bertebaran di medsos karena adanya tim sukses yang melakukan propaganda ala politik Rusia. Propaganda itu disebut untuk menyebarkan fitnah dan hoaks kepada masyarakat.

"Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan," ucap Jokowi.

Sementara, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan maksud Jokowi. Menurutnya, Jokowi menegaskan bahwa tak pernah minta bantuan dengan pihak asing. Hasto pun menuding capresPrabowo Subianto yang kerap pakai jasa konsultan asing sejak Pilpres 2009.

"Kalau kita lihat seluruh originalitas kepemimpinan Pak Jokowi kan percaya kekuatan pada kekuatan sendiri. Sejak tahun 2009 kita tahu Pak Prabowo itu didampingi oleh konsultan asing dan saya menjadi saksi terhadap hal tersebut," kata Hasto di Gedung Joang '45, Jl Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat, Minggu (3/2).

Baca juga:
Yogyakarta Rawan Konflik, Kapolda Optimis Pemilu 2019 Berjalan Lancar
Di Depan Kader HMI, Akbar Tanjung Doakan Jokowi Menang Pilpres 2019
Ma'ruf Amin: Pesantren Cikal Lahirnya Pemimpin Masa Depan Dunia
Agum Gumelar Duga Jokowi Sudah Kehilangan Kesabaran
PB HMI Tegaskan Netral di Pilpres 2019
BPN Prabowo-Sandiaga Minta Jokowi Minta Maaf Pada Rusia

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.