LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Fadli soal 'tampang Boyolali': Tidak ada maksud menghina, justru merasa dekat

Fadli soal 'tampang Boyolali': Tidak ada maksud menghina, justru merasa dekat. Dia juga menuturkan, Prabowo sesungguhnya ingin menggambarkan kondisi ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut mungkin saja bisa terjadi dimana-mana bukan hanya Boyolali.

2018-11-06 13:27:28
Fadli Zon
Advertisement

Pidato Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyinggung 'tampang Boyolali' berakhir tidak baik, lantaran disangka menghina masyarakat Boyolali. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, pidato Prabowo tidak maksud menghina melainkan ungkapan kedekatan dengan masyarakat di sana.

"Apa yang disampaikan oleh Prabowo itu adalah gaya retorik, tidak ada maksud menghina atau menjelekkan. Justru Pak Prabowo mengasosiasikan dekat dengan masyarakat Boyolali, sehingga bisa memberikan satu ruang yang tidak ada jarak dan itu menggambarkan kedekatan," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa(6/11).

"Jadi jangan diinterpretasikan berbeda. Kalau sudah dekat ya ngomongnya kayak orang yang akrab lah. Pak Prabowo itu merasa dekat dengan masyarakat Boyolali," lanjutnya.

Advertisement

Dia juga menuturkan, Prabowo sesungguhnya ingin menggambarkan kondisi ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut mungkin saja bisa terjadi dimana-mana bukan hanya Boyolali.

"Maksudnya itu mau menggambarkan bagaimana ketimpangan itu masih cukup besar dan terjadi dimana-mana, bukan cuma di Boyolali," ucapnya.

Menurutnya ucapan Prabowo tidak perlu dibesarkan, karena konteks ucapan tidak untuk menghina.

Advertisement

"Jadi saya kira kalau itu dilaporkan, kita nanti banyak hal yang harus dilaporkan ya. Jadi lapor melapor, walau pun itu hak setiap orang tetapi harus dilihat konteksnya berbicaranya juga," tegasnya.

Sementara itu, ribuan warga Boyolali yang sempat melakukan demo pada Minggu (4/11) menuntut agar Prabowo meminta maaf atas ucapannya itu, sampai saat ini belum direspons oleh Prabowo.

Fadli mengungkapkan meminta maaf bila ada maksud menghina, namun apa yang dilakukan Prabowo tidak demikian.

"Makanya kalimat jangan dipotong-potong ya, kalau minta maaf Pak Prabowo itu enggak ada maksud ya menghina. Selama ini juga gaya bicara dia juga gaya bicara retorik, tidak ada kalimat yang menghina secara spesifik," tandasnya.

Baca juga:
Saat tampang Boyolali jadi polemik dan dilaporkan ke polisi
4 Candaan Capres Jokowi dan Prabowo malah jadi polemik
5 Kisah orang sukses dari Boyolali
Advokat pendukung Prabowo laporkan bupati Boyolali ke Bawaslu
Ma'ruf Amin persilakan warga menilai pidato Prabowo singgung 'Tampang Boyolali'
Timses nilai Prabowo tak perlu minta maaf soal pidato 'Tampang Boyolali'
Warga Boyolali dulu sering mengaku dari Solo, kini bangga dengan tanah kelahiran

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.