LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Enggan sebabkan kegaduhan, PPP masih pikir-pikir calonkan Romi

Sekjen PPP, Arsul Sani mengatakan untuk kriteria cawapres pendamping Jokowi, partainya telah menyodorkan berbagai kriteria.

2018-04-14 13:35:00
PPP
Advertisement

Munas Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merekomendasikan nama pendamping Joko Widodo untuk Pilpres 2019 harus didiskusikan seluruh partai pengusung. Meski begitu, PPP tetap berharap agar Jokowi menggandeng ketua umumnya, Romarhumuziy.

Sekjen PPP, Arsul Sani mengatakan untuk kriteria cawapres pendamping Jokowi, partainya telah menyodorkan berbagai kriteria. Di antaranya punya intelektualitas yang memadai, memahami persoalan pembangunan serta keagamaan yang berkembang di Indonesia dan kriteria lainnya.

"Tentunya tadi ada yang usul mendorong pak Rommy (panggilan Romahurmurziy) dan disebut langsung di munas ini. Tetapi, kita sudah kompak semuanya harus dimusyawarahkan dengan partai-partai pengusung Jokowi," ujar Asrul, usai menutup rangkaian acara Munas Alim Ulama di Hotel Patra Jasa Semarang, Sabtu (14/4).

Advertisement

Saat melihat sosok Rommy muncul sebagai kandidat cawapres, ia menyebut hal tersebut masih belum saatnya. Dalam artian, kata Asrul, pihaknya senang melihat nama Ketum PPP bersanding dengan Jokowi. Namun, ia ingin tak terlalu jauh membahas hal itu agar tidak menimbulkan kegaduhan baru di dalam parpol koalisi pengusung Jokowi.

"Dalam Munas Alim Ulama, kita tidak menyebut nama tapi mengusulkan kriterianya yakni sesuai keputusan DPP, narasi kepemimpinan bangsa Indonesia tetap perlu duet nasionalis dan agamis," terangnya.

Hasil lainnya, ia melanjutkan partainya juga meneguhkan komitmen kebangsaan para alim ulama untuk mempertahankan konsensus Pancasila, UUD 45, dan nilai-nilai kebhinnekaan. "Artinya alim ulama PPP menolak paham-paham atas nama Islam yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Terutama paham transaksional luar negeri. Ini semua kita perbaiki untuk memperkuat nilai kebangsaan kita," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Isu HAM jadi momok Prabowo di Pilpres 2019
Punya mesin politik bagus, kader PKS punya peluang kuat jadi cawapres Prabowo
Meski sudah terima mandat pencapresan, peluang Prabowo tak maju Pilpres masih ada
Kelompok bernama Pro-1 deklarasikan Gatot Nurmantyo-Cak Imin untuk Pilpres 2019
Soal cawapres, PKS mau diutamakan Gerindra dibanding parpol lain
Ketum PPP klaim ogah paksa Jokowi gandeng kader jadi cawapres

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.