Elektabilitas merosot versi LSI, Ahok bilang 'dari dulu dia begitu'
Elektabilitas merosot versi LSI, Ahok bilang 'dari dulu dia begitu'. Ahok sudah mengetahui rilis yang dikeluarkan LSI memang tidak pernah memenangkan dirinya. Hal itu juga terjadi saat dirinya maju di Pilkada Bangka Belitung pada tahun 2007 silam. Ahok mengaku tak punya strategi khusus untuk dongkrak popularitasnya.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama tidak cemas saat mengetahui elektabilitasnya menurun drastis usai polemik Surah Al Maidah ayat 51. Apalagi, lembaga yang merilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Ahok, sapaan Basuki, sudah mengetahui rilis yang dikeluarkan LSI memang tidak pernah memenangkan dirinya. Hal itu juga terjadi saat dirinya maju di Pilkada Bangka Belitung pada tahun 2007 silam.
"Turun di survei ya enggak apa-apa, itu kan memang LSI dari sejak pilkada Babel membela Eko Maulana Ali, dari dulu dia (LSI) begitu," kata Ahok di kediamannya, di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (10/11).
Kala itu, Ahok sempat mengingatkan LSI tidak jumawa walaupun ternyata hasil surveinya tepat di Pilkada Babel. Sebab pada kenyataannya sampai saat ini dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Makanya saya menyampaikan waktu saya kalah, saya satu kalimat gini, tidak usah terlalu senang sebelum ada bunyi 4 paku di atas peti mati kamu jangan mengklaim kamu hebat. Akhirnya apa? Yang dibela Denny JA, Eko Maulana Ali itu udah almarhum sekarang. Saya masih Gubernur DKI," tegasnya.
Ahok mengungkapkan, tidak memiliki langkah-langkah atau strategi untuk dapat mendongkrak popularitasnya. Sebab dia memiliki kepercayaan, jika program kerjanya baik dan dapat dirasakan masyarakat, maka dirinya akan kembali terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Saya kira gini petahana itu enggak usah fokus soal survei. Kamu kerja aja. Saya sudah bilang kan saya ini sampai Oktober 2017 kok berakhir," tutupnya.
Berdasarkan data LSI, tingkat elektabilitas Ahok-Djarot bulan November 2016 hanya sekitar 24,6 persen. Angka itu jauh menurun jika melihat hasil survei pada bulan Maret 2016 yang mencapai 59,3 persen.
"Dari hasil ini memang kita lihat bahwa tren-nya incumbent yaitu Pak Ahok dan Pak Djarot cenderung menurun. Ini sebetulnya sedikit banyak bisa memotret perkembangan terbaru dari isu-isu yang berkembang terutama seputar kasus dugaan penistaan agama dan demo tanggal 4 November kemarin," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby dalam diskusi yang digelar di Kantor LSI, Rawamangun,Jakarta Timur, Kamis (10/11).
Meski elektabilitas pasangan nomor urut dua itu merosot, angka tersebut masih unggul tipis dibandingkan tingkat keterpilihan dua pasangan cagub dan cawagub lainnya. Saat ini, elektabilitas pasangan Agus-Silvi berada di angka 20,9 persen, sedangkan Anies-Sandi 20,0 persen. Sementara masih terdapat 34,5 persen swing voter.
Baca juga:
Sering didesak mundur, Ahok sebut 'Takut amat sih gue jadi Gubernur'
Selama kampanye Ahok-Djarot targetkan datangi 600 RW
Sudah ditelepon Idrus Marham, Ahok yakin Golkar tak membelot
Ahok ungkap keinginan bertemu warga yang menolaknya saat kampanye
Ini pembelaan timses Anies-Sandi soal dugaan politik uang di Jakbar
Polemik Al Maidah bikin elektabilitas Ahok makin terjun bebas
Ini tanggapan Anies soal pelanggaran kampanye dari Bawaslu DKI