'Elektabilitas Agus tinggi karena warga cari pemimpin alternatif'
'Elektabilitas Agus tinggi karena warga cari pemimpin alternatif'. Menurut Eko Patrio, masyarakat saat ini tengah mencari pemimpin Pemprov DKI Jakarta alternatif selain petahana. Hal itu terlihat juga dengan banyaknya orang dengan ekonomi menengah ke bawah lebih banyak memilih Agus.
Tim pemenangan bakal calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengapresiasi setiap hasil survei yang ada. Sebab mereka yang belum sempat melakukan apapun, elektabilitas anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata sudah cukup tinggi.
Anggota Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Eko Hendro Purnomo mengatakan, tim tidak akan bersantai-santai walaupun elektabilitas kandidatnya sudah cukup tinggi. Sebab mereka sebenarnya belum sempat melakukan kegiatan apapun untuk meningkatkan elektabilitas Agus.
"Kami tidak harus berpesta karena hasilnya sudah maksimal saat kami belum bekerja. Akhir September kami mendaftarkan baru tanggal 23. Baik kemunculan Agus-Sylvi, baru daftar KPU DKI sudah nomor satu untuk pemula, ini menunjukkan anak muda udah jenuh dengan kandidat yang ada," katanya dalam diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (8/10).
Menurutnya, masyarakat saat ini tengah mencari pemimpin Pemprov DKI Jakarta alternatif selain petahana. Hal itu terlihat juga dengan banyaknya orang dengan ekonomi menengah ke bawah lebih banyak memilih Agus.
Politisi yang akrab disapa Eko Patrio menjelaskan, survei merupakan salah satu referensi yang dapat digunakan untuk mengambil langkah selanjutnya. Namun sebaiknya tidak hanya bergantung dengan survei yang dilakukan oleh lembaga survei saja.
"Kita menggunakan survei, ada eksternal dan internal agar mudah membacanya. Kalau eksternal untuk publik, kalau internal buat sendiri," tutupnya.
Baca juga:
LSI sebut Ahok potensi kalah karena elektabilitas terus merosot
Agus soal timses selebriti: Kita punya selebriti Bu Sylvi
PPP pecah di Pilgub DKI
Dianggap belum pengalaman di DKI, survei LSI tak dipercaya kubu Ahok
Agus akan sering blusukan biar elektabilitas naik
Tak masuk timses Ahok-Djarot, Maia bilang 'seniman pasti netral'
DPR minta Jokowi keluarkan Keppres larang pejabat ikut kampanye