Dukung Prabowo, Demokrat disindir kubu Jokowi soal iklan korupsi
Hasto menilai koalisi yang dibangun Prabowo-Hatta ibarat kapal besar yang di dalamnya terdapat banyak orang bermasalah.
Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi - JK , Hasto Kristiyanto angkat bicara atas bergabungnya Partai Demokrat di barisan pendukung Prabowo - Hatta . Dia menyindir Demokrat dengan mengingatkan pada iklan Partai Demokrat yang menyebut 'katakan tidak pada korupsi'.
Menurut Hasto, publik masih ingat pada pilpres 2009, Partai Demokrat mengiklankan secara masif iklan tersebut. Iklan tersebut dibintangi langsung oleh para elite Demokrat seperti Angelina Sondakh , Andi Mallarangeng , Ibas , dan Anas Urbaningrum .
"Namun, hampir semuanya bintang iklan justru menjadi pelaku korupsi," kata Hasto kepada wartawan, Selasa (1/7).
Iklan tersebut kemudian dijadikan MetroTV sebagai bahan dan kritikan pada Demokrat di acara 'Sentilan Sentilun'. Namun, rupanya kubu Demokrat gerah atas hal itu. Apalagi pemilik MetroTV yang juga Ketua Umum Partai NasDem , Surya Paloh secara terang-terangan mendukung Jokowi - JK .
"Hal itulah yang mungkin menjadi alasan, mengapa akhirnya Demokrat mendukung Prabowo ," terangnya.
Hasto menilai koalisi yang dibangun Prabowo - Hatta ibarat kapal besar yang di dalamnya terdapat banyak kader partai atau orang bermasalah. Seperti persoalan terkait Lumpur Lapindo, korupsi impor daging, korupsi pencetakan Alquran, korupsi Haji, penumpulan hukum untuk kecelakaan putra pejabat, dan juga persoalan terkait dengan pencurian patung-patung di museum.
"Kasus Century dan Hambalang pun kini melengkapi berlabuhnya kapal besar penuh masalah tersebut," sindirnya.
Menurutnya, koalisi Prabowo - Hatta berbeda dengan koalisi yang dibangun Jokowi - JK . Dalam koalisi Jokowi - JK kerja sama yang dibangun adalah dukungan rakyat.
"Rakyat bergerak, menyongsong perubahan karena Jokowi adalah kita. Modal sedikit tidak masalah, yang penting semangat dan keyakinan terhadap pemimpin yang merakyat dan berpengalaman seperti Jokowi . Selamat datang kekuatan perubahan Jokowi - JK versus kekuatan status quo Prabowo - Hatta," pungkasnya.
Baca juga:
Titiek ungkap rahasia Prabowo selalu fit saat kampanye
Hatta yakin usai pilpres tak ada perpecahan
Survei LSJ: Prabowo-Hatta 47,5% ungguli Jokowi-JK 41,3%
Survei LSJ: Mesin partai pengusung Jokowi-JK melempem
Kunjungi rumah Probosutedjo, Hatta didoakan sukses di pilpres