Dukung Jokowi Paling Pertama, Agung Laksono Minta Menteri Golkar Ditambah
"Wajar kalau kita mengajukan lebih dibanding sekarang yang hanya dua, karena dari partai koalisi yang pertama kali mengusung pak Jokowi adalah Partai Golkar, baru disusul partai-partai yang lain. Bahkan PDI Perjuangan pun menyusul. Yang pertama kali mengusung adalah Golkar," ujarnya, Jumat (17/7) di Garut.
Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono menilai, partainya berhak mendapatkan jatah kursi lebih banyak dibanding periode sebelumnya. Sebab, Golkar dianggap partai yang paling pertama mendukung Jokowi kembali maju di Pilpres 2019.
Menurut Agung, setelah Golkar bersikap, baru partai lain ikut mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi.
"Wajar kalau kita mengajukan lebih dibanding sekarang yang hanya dua, karena dari partai koalisi yang pertama kali mengusung pak Jokowi adalah Partai Golkar, baru disusul partai-partai yang lain. Bahkan PDI Perjuangan pun menyusul. Yang pertama kali mengusung adalah Golkar," ujarnya, Jumat (17/7) di Garut.
Namun meski demikian, Agung enggan menyebut berapa kursi menteri yang ideal bagi partai Golkar. Ia pun menyebut bahwa Partai Golkar tetap menyadari bahwa mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden.
"Ideal (jumlah menteri untuk Golkar) saya tidak bisa mengatakan. Terserah beliau (Jokowi)," ucapnya.
Dari Partai Golongan Karya sendiri, disebut mantan Ketua DPR ini, sudah menyiapkan kader-kader partai yang mumpuni. Para kader yang diajukan itu siap ditempatkan menjadi menteri, menteri koordinator, dan lainnya. Namun ia pun tidak merinci berapa jumlah kader dan nama-nama yang sudah disiapkan.
"Pokoknya lebih dari satu," katanya.
Baca juga:
Fadel Muhammad: Partai Golkar Menghendaki Empat Kursi Menteri
Agung Laksono Nilai Airlangga Cocok Jadi Capres 2024 dari Golkar
Pendukungnya Dinonaktifkan, Bamsoet Tantang Airlangga Pecat Dirinya
Dicopot Dari Pengurus, Kader Golkar Maluku & Cirebon Mengadu ke Bamsoet
Pencopotan 10 Ketua DPD II Golkar Maluku Diprediksi Buat Bamsoet Makin Kuat
PDIP Gugat Penambahan Suara Golkar di Musi Banyuasin ke MK
Bamsoet Dukung Dito Ariotedjo Jadi Menteri Jokowi
Golkar Diingatkan Tak Boleh Intimidasi Kader yang Beda Pilihan