Duet Demiz-Dedi belum pasti, Golkar Jabar siapkan acara deklarasi
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara berencana menggelar deklarasi pasangan yang diusung dalam Pilgub Jabar pada 9 Januari di Gedung Sabuga Bandung. Hal itu mengemuka dalam rapat pleno deklarasi pasangan di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Bandung, Kamis (4/1).
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara berencana menggelar deklarasi pasangan yang diusung dalam Pilgub Jabar pada 9 Januari di Gedung Sabuga Bandung. Hal itu mengemuka dalam rapat pleno deklarasi pasangan di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Bandung, Kamis (4/1).
"Rapat pleno hari ini membahas persiapan deklarasi pasangan. Rekomendasi calon gubernur kan sudah keluar untuk pak Dedi Mulyadi. Jadi, kami harus menyiapkan deklarasi," katanya.
Deklarasi tersebut dijadwalkan pada pagi hari. Setelah selesai, pasangan yang diusung Golkar akan langsung mendaftarkan diri ke KPU Jabar.
Seperti diketahui, sejauh ini, Golkar Jabar sepakat bekerjasama dengan Demokrat. Mereka pun sudah mempunyai nama yang akan diusung. Dari Golkar ada Dedi Mulyadi, sementara Demokrat memunculkan Deddy Mizwar.
Meski sudah mengaku memiliki kecocokan dan chemistry satu sama lain, keduanya masih belum menerima surat keputusan (SK) pasangan dari masing-masing partai.
Pengurus di tingkat pusat masih membahas formasi dan komposisi yang akan menempati cagub dan cawagub.
Menanggapi hal itu, Iswara berharap keputusan dari DPP bisa segera dirampungkan. Tujuannya agar mesin partai bisa segera melakukan sosialisasi.
"Mudah-mudahan rekomendasi segera keluar besok untuk dua DM," imbuhnya.
Disinggung mengenai kemungkinan perubahan yang bisa terjadi, Iswara pun mengaku tak khawatir karena hal ini sudah biasa dengan berbagai dinamika dalam politik.
"Golkar juga biasa menghadapi perubahan. (Kalaupun nanti pasangan berubah) kita tidak kaget. Tapi, sejauh ini masih on the track, tetap dua DM," jelasnya.
Lebih lanjut, Iswara mengajak partai lain untuk bergabung dengan koalisi sejajar yang dibangun Demokrat dan Golkar.
"Walaupun syarat kursi cukup, kita ingin menang. Makin besar koalisi, makin besar (peluang) menang. Kami berharap partai lain bisa bergabung," pungkasnya.
(mdk/bal)