LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

DPR minta pemerintah tingkatkan kewaspadaan terhadap teror bom

Dalam satu pekan terakhir, ancaman teror bom terjadi di sejumlah negara termasuk Indonesia. Bobby menilai perlu adanya peringatan siaga satu jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, aparat juga perlu memperketat pengamanan di Kedubes negara-negara sahabat.

2016-12-21 16:18:00
Terorisme
Advertisement

Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek dua kontrakan yang dihuni 3 terduga teroris di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu (21/12). Polisi pun akhirnya menembak mati ketiga terduga teroris itu lantaran melakukan perlawanan dengan mengambil bom aktif yang telah dirakit.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi meminta pemerintah memperketat kewaspadaan dan pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru. Sebab, dalam satu pekan terakhir, ancaman teror bom terjadi di sejumlah negara termasuk Indonesia.

"Kita minta pemerintah meningkatkan kewaspadaan‎ karena kan dalam satu minggu ini ada serentak, bukan hanya di Indonesia saja, itu ada di Turki, ada di Berlin, dan beberapa negara lainnya," kata Bobby di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/12).

Bobby menilai perlu adanya peringatan siaga satu jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, menurutnya, aparat juga perlu memperketat pengamanan di Kedubes negara-negara sahabat.

"Jadi kalau dibilang harus siaga 1, itu juga perlu, dan paling penting juga di Kedutaan-Kedutaan negara sahabat kita harus juga ditingkatkan keamanannya," jelasnya.

Langkah ini diperlukan karena bukan tidak mungkin 3 pelaku itu terafiliasi dengan jaringan teroris internasional.

"Kita masih belum tahu dari polisi apakah ini jaringan lokal atau terafiliasi dengan aksi teroris internasional, tapi kalau melihat waktunya, itu ada kemungkinan ada berhubungan," imbuhnya.

"Kami dari komisi I dan juga saya di pansus RUU Teroris berharap bahwa ‎koordinasi antar lembaga harus semakin intensif dan juga ini bukan pembelajaran, tapi juga pengalaman bahwa kondisi, bukan setelah ada kejadian baru siaga 1, tapi kewaspadaan itu harus penuh dan ditingkatkan untuk khusus negara-negara sahabat," sambung Bobby.

Sebelumnya diketahui, Kabagmitra Divhumas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono menyatakan terduga teroris yang digerebek dan ditembak di Tangerang Selatan merupakan jaringan Bahrun Naim. Ketiganya terhubung dengan terduga teroris yang ditangkap di Bekasi.

"Ini jaringan Bekasi benang merah ke sana apa yang disampaikan Bahrun Naim bentuk sel-sel kecil," kata Kombes Awi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/12).

Dia mengatakan, pelaku menjadikan aparat kepolisian sebagai sasaran aksi bom bunuh diri. Namun masing-masing pelaku memiliki cara berbeda untuk membuat kekacauan dan menarik perhatian.

Karopenmas Polri Brigjen Rikwanto menegaskan, bom yang ditemukan saat penggerebekan di Tangerang Selatan tidak ada kemiripan dengan bom panci yang ditemukan di Bekasi.

"Jadi handmade atau buatan tangan. Bentuknya tidak beraturan. Tapi yang jelas bukan bom panci," kata Rikwanto.

Baca juga:
Saat diamankan, terduga teroris di Sumut tak lakukan perlawanan
Mendagri minta Siskamling ditingkatkan deteksi dini teroris
Terduga teroris di Sumut tergabung kelompok Katibah Gonggong Rebus
Densus 88 juga bekuk terduga teroris di Payakumbuh Sumbar
Terduga teroris yang tertangkap di Sumut akan dibawa ke Jakarta

(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.