Djarot: Kami adalah jongos dan rakyat bosnya
"Kami adalah bawahan atau kalau kasarnya jongos yang bisa disuruh apapun. Rakyat adalah atasan atau bos kami yang bisa menyampaikan keluhan apapun."
Calon wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara temu kangen dan silaturahmi dengan keluarga besar Djojodigdo.
Dalam sambutannya, Djarot menyampaikan beberapa kesan tentang keluarga Djojodigdo yang sudah dikenalnya saat dia masih menjabat sebagai Wali Kota Blitar.
"Djojodigdo merupakan sosok besar yang banyak menghasilkan keturunan-keturunannya seorang pemimpin," kata Djarot di Waroeng Solo, Balai Sarwono, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12).
Di kesempatan sama, Djarot juga menyebut pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melayani rakyatnya dan yang menganggap rakyat serupa dengan atasan.
"Kami adalah bawahan atau kalau kasarnya jongos yang bisa disuruh apapun. Rakyat adalah atasan atau bos kami yang bisa menyampaikan keluhan apapun sehingga kami bisa perbaiki apa yang dikeluhkan," ungkap Djarot.
Filosofi tersebut terus dianut Djarot sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Blitar, hingga sekarang dia menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.
"Saya kira perlu untuk mengubah mental seorang pemimpin dari akarnya. Yang dulunya minta dilayani, sekarang harus melayani rakyat. Para pemimpin perlu menanamkan paham bahwa pemimpin adalah jongosnya warga Jakarta jongosnya rakyat Indonesia," papar Djarot.
Dengan menanamkan mental demikian, maka Djarot menilai Indonesia akan cepat makmur dan tatanan masyarakat bisa berubah adil dan makmur.
Baca juga:
Djarot harap peradilan Ahok bebas intervensi dan tekanan
Tiga cagub-cawagub DKI bakal adu gagasan di UIN pekan depan
Dicibir Anies, program Rp 1 M per RW Agus-Silvi di-'warning' Bawaslu
Mati-matian Djarot bela Ahok dari tuduhan penistaan agama
Ahok mengaku kerap dinasehati Jokowi agar lebih tenang berbicara