Dituding kacung asing, Fadli sebut ucapan Arief Poyuono cuma hiburan
Dituding kacung asing, Fadli sebut ucapan Arief Poyuono cuma hiburan. Sebelum menuduh Fadli, Arief sempat melontarkan pernyataan yang membuat PDIP geram karena menyamakannya dengan PKI. Tak lama kemudian, Arief berubah sikap, dia malah mengobral pujian atas kinerja Presiden Joko Widodo selama 3 tahun menjabat.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah dirinya menjadi kacung asing seperti yang dituduhkan kolegnya Arief Poyuono. Fadli menegaskan, sejak dulu dirinya anti neolib. Bahkan, dia mengklaim ikut menyusun manifesto Partai Gerindra yang isinya anti neoliberalisme.
"Ya bagaimana saya dari dulu anti neolib, disertasi saya anti neolib. Bahkan Gerindra itu juga anti neolib, kita nih anti neolib semua, saya yang ikut menyusun manifesto," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8).
Oleh karena itu, Fadli tak ambil pusing dengan tudingan Arief. Dia menyebut tudingan kacung neolib itu sebagai hiburan belaka.
"Jadi kalau ada main tuduh dan itu aduh itu anggap saja hiburan lah. Iseng-iseng berhadiah," klaimnya.
Sebelum menuduh Fadli, Arief sempat melontarkan pernyataan yang membuat PDIP geram karena menyamakannya dengan PKI. Tak lama kemudian, Arief berubah sikap, dia malah mengobral pujian atas kinerja Presiden Joko Widodo selama 3 tahun menjabat.
Fadli menuturkan, Mahkamah Partai akan memanggil Arief untuk dimintai keterangan atas ucapannya. Namun, dia belum bisa memastikan sanksi yang akan diberikan ke Arief.
Arief diketahui sudah pernah mendapatkan surat peringatan I. Akan tetapi, Fadli tidak menjelaskan kasus yang membuat Arief diganjar sanksi.
"Mahkamah partai nanti ada mekanisme lah terkait ucapan kan setiap partai pasti punya disiplin partai gitu ya. Dan disipin partai itu biasanya perlu ditegakan supaya ada kedisiplinan secara dispensasi," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku tak mempermasalahkan jika disebut tak konsisten karena memuji pencapaian kinerja Presiden Joko Widodo. Arief mengaku lebih baik tak konsisten ketimbang menjadi kacung asing. Sindiran itu ditujukan ke koleganya Fadli Zon.
Hal itu berawal saat Fadli bersama Ketua DPR Setya Novanto menghadiri acara kampanye Donald Trump dalam Pilpres AS pada 2015 silam.
"Lebih baik dianggap mencla-mencle apa jadi kacung nya Amerika Serikat? Dimana ada politisi indonesia yang sangat bangga ikut hadir dan ikut memberikan dukungan pada saat capresnya amerika Serikat Donald trump kampanye," kata Arief melalui keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (10/8).
"Sedih saya sama model politisi yang mentalnya mental kacung tapi topengnya nasionalis. Mana bisa maju Negri ini Kalau banyak politisi yang bermental kacung asing," sambungnya.
Arief tak ambil pusing dicap 'mencla-mencle' karena sebelumnya rajin mengkritik Jokowi namun sekarang malah memuji kinerjanya.
Baca juga:
Arief Poyuono sindir Fadli Zon politisi bermental kacung asing
Pujian Waketum Gerindra buat Jokowi malah berbuah cibiran
Laporkan Waketum Gerindra, Ketua Repdem PDIP diperiksa polisi
Wasekjen PKB sebut pujian Arief Poyuono ke Jokowi hanya guyonan
PPP sindir Waketum Gerindra: Tidak baik semula garang menjadi lembut
Golkar harap pujian Waketum Gerindra ke Jokowi tulus dari hati
Arief Poyuono puji Jokowi karena ingat pesan Prabowo