Ditanya konsisten dukung Pilkada langsung, Bima Arya melunak?
"Dalam politik, enggak ada yang gak mungkin, politik itu seni kemungkinan," kata Bima.
Sikap politik Ketua DPP PAN yang juga menjabat sebagai wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto sepertinya melunak, terkait wacana kepala daerah dipilih rakyat langsung atau melalui DPRD.
"Dalam politik, enggak ada yang gak mungkin, politik itu seni kemungkinan, yang enggak gak mungkin bisa jadi mungkin," kata Bima seusai acara pertemuan Apkasi dan Apeksi tolak RUU Pilkada kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (11/9).
Pernyataan Bima tersebut menanggapi wartawan yang bertanya soal konsistensi Bima yang mendukung Pilkada langsung, meski hal tersebut bertentangan dengan sikap PAN yang dukung kepala daerah dipilih DPRD.
Bima mengaku tidak mengetahui pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais yang menyesal dulu ngotot memperjuangkan pemilihan langsung oleh rakyat
"Saya belum mendengar secara langsung dari pak amien," ucap Bima.
Sebelumnya, Bima Arya mengaku siap diberi sanksi. Bima menolak pemilihan kepala daerah dilakukan DPRD.
"Kalau partai memberikan sanksi ketika saya berbeda pendapat, ya harus siap. Tapi yang jelas tidak sedikitpun untuk keluar dari partai," kata Bima usai acara pertemuan Apkasi dan Apeksi tolak RUU Pilkada di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (11/9).(mdk/cob)