Ditantang Hasto, kader PDIP siap menangkan Jokowi-Ma'ruf 80 persen di Bali
Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto membuka rapat koordinasi daerah pemenangan pemilu legislatif dan pemilu Presiden tahun 2019, bertempat di Kantor DPD Provinsi Bali, di Denpasar, Minggu (21/10).
Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto membuka rapat koordinasi daerah pemenangan pemilu legislatif dan pemilu Presiden tahun 2019, bertempat di Kantor DPD Provinsi Bali, di Denpasar, Minggu (21/10).
Dalam rapat bertema 'Implementasi Pola Pembangunan Semesta Berencana di Bali' juga dihadiri oleh Gubenur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Aradana Sukawati, serta ratusan kader PDIP provinsi Bali.
Saat memberikan pengarahan, Hasto menyampaikan, bahwa arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan juga keputusan partai. Pemilu Legislatif dan pemilu presiden merupakan satu tarikan nafas perjuangan.
"Sehingga pada tanggal 23 Februari yang lalu, Ibu Megawati Soekarnoputri secara khusus mengumumkan Bapak Jokowi untuk dicalonkan kembali (Capres)itu dari Bali," ucapnya.
Maka Hasto juga mengungkapkan, dengan keputuasan tersebut pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin wajib dimenangkan di Bali.
"Karena itulah Bapak Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai calon presiden dan wakil presiden. Di mana di Bali wajib semua bergotong royong untuk memenangkan Bapak Jokowi dan Ma'ruf Amin," ujarnya.
Hasto pun bertanya kepada seluruh kader PDIP di dalam ruangan. "Apakah sanggup?" tanyanya.
"Sanggup!" jawab seluruh kader.
"Targetnya berapa?" tanya Hasto kembali.
"80 persen," teriak kader secara serentak.
Hingga siang ini, Hasto dan seluruh kader PDIP masih melakukan rapat tertutup terkait pemenangan pemilu legislatif dan pemilu Presiden tahun 2019.
Baca juga:
Tim Jokowi ingatkan Sandi, dulu Prabowo sujud syukur tahunya kalah
Kubu Jokowi setuju debat capres digelar di kampus, tapi ada syaratnya
Gerak jalan lintas pemeluk agama di CFD serukan pemilu damai
Kubu Prabowo ingin debat capres digelar di kampus, tanpa dihadiri pendukung
TKD Jokowi di Sumut, Jateng, dan Kalbar dibentuk, Hasto ingatkan tak lengah