LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Diskusi 2 Jam di Cikeas, Cak Imin: Kalau AHY Menang, Jangan Lupakan Saya

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberikan pesan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pesan itu, disampaikan Cak Imin usai melakukan pertemuan hampir 2 jam lebih di kediaman Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Jawa Barat, Rabu (3/5).

2023-05-03 23:33:37
Partai Demokrat
Advertisement

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberikan pesan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pesan itu, disampaikan Cak Imin usai melakukan pertemuan hampir 2 jam lebih di kediaman Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Jawa Barat, Rabu (3/5).

Cak Imin mengatakan, pesan tersebut jika AHY menang jangan melupakan sosok Cak Imin. Sebab, kalau Cak imin menang, dirinya tidak akan melupakan AHY.

"Jadi nanti misal Mas AHY menang, misalnya saya akan lihat dari jauh dan jangan lupa saya mas, tapi kalau saya menang, pasti saya ingat. Itu lah demokrasi, tentu saling berbagi," kata Cak Imin, saat konferensi pers, di Cikeas, Rabu (3/5).

Advertisement

Dia pun mengaku bahagia bisa berdiskusi mengenai berbagai perkembangan politik nasional bersama AHY dan SBY. Meskipun, kata Cak Imin, pilihan politik antara Demokrat dengan PKB berbeda.

"Politik itu komunikasi, silahturahmi harus dibangun terus apalagi saya pernah menjadi menteri Pak SBY menjadi sangat penting. Sehingga diskusi kita berkembang berbagai tantangan pembangunan termasuk persiapan kita lakukan masing-masing partai menghadapi Pemilu 2024," ucapnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Cak Imin pun menyebut, jika PKB dan Demokrat memiliki kesamaan. Diantaranya, penyelenggaraan Pemilu ini harus berjalan wajar, demografis, terbuka, tidak ada kecurangan, bebas, dan terlaksanakan hak politiknya.

"Kedua bersepakat bahwa perbedaan koalisi, perbedaan pilihan dalam kepimpinan nasional bagian upaya mengkokohkan, menguatkan demokrasi kita. Sehingga dibutuhkan semangat, saling menghormati, menghargai perbedaan menjunjung tinggi kekeluargaan dan persamaan antara kita," imbuh dia.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.