Disebut adu domba Risma dan Jokowi, ini komentar Ahok
"Enggak usah ngomong pilkada lah, nanti sensi lagi. Ngomong apa juga salah aku," curhat Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama membantah dirinya bermaksud mengadu domba Wali kota Surabaya Tri Rismaharini dan Presiden Joko Widodo. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku salah dan meminta maaf bila pernyataannya justru menyinggung pihak lain.
"Kan aku sudah ngomong, cek dong. Mungkin aku salah, kalau salah sorry udah," singkat Ahok sapaan Basuki di Balai kota Jakarta, Selasa (2/8).
Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga tak ingin membahas masalah pilkada Gubernur DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada Februari 2017 mendatang.
"Enggak usah ngomong pilkada lah, nanti sensi lagi. Ngomong apa juga salah aku," curhat Ahok.
Diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Surabaya geram dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok. Sebab, ucapan itu dianggap bisa mengadu domba antara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Presiden Joko Widodo.
Pernyataan Ahok dipermasalahkan itu adalah soal, 'Surabaya lebih besar dari pada Solo. Wali Kota Solo bisa jadi presiden, apalagi Kota Surabaya.' Menurut mereka, tidak pantas seorang gubernur mengucapkan hal itu.
Baca juga:
Djarot minta ucapan Ahok soal Risma dan Jokowi dipahami secara utuh
Jaklovers: Pak Ahok baik, tapi lebih baik jika Bu Risma melanjutkan
Warga Surabaya minta Risma tak diusik lagi soal Pilgub DKI
Gaya Ahok bersikap bijak lawan Risma jika maju di Pilgub DKI
Ketika Ahok mulai sesumbar tak butuh PDI Perjuangan
Sanggupkah koalisi gemuk menang melawan Ahok?