Dinilai tak loyal pada partai, Mahyudin sebut keluarganya pejuang Golkar
Mahyudin juga yakin pergantian posisinya tidak akan dibahas dalam rapat gabungan MPR siang nanti.
Wakil Ketua MPR, Mahyudin menegaskan dirinya loyal dengan Partai Golkar. Hal itu ia lontarkan setelah loyalitasnya dipertanyakan karena Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus yang mengatakan Mahyudin harus loyal pada partai dan menerima pergantian Wakil Ketua MPR dari kepemimpinannya ke Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.
"Di Golkar sendiri ada yang ngomong tentang Mahyudin tidak loyal ah saya kira enggak usah tanggapi," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3).
"Tapi sejarah membuktikan misalnya Pemilu 99 waktu saya sama Pak Akbar dikejar-kejar orang sama Pak Akbar kami dilewati itu, yang sekarang enggak melewati itu yah. Jadi kami memang pejuang di Golkar jadi tidak ada alasan," lanjutnya.
Meski loyal, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar ini belum berencana mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua MPR. Bahkan dia mengatakan hingga kini belum menerima surat dari DPP Golkar terkait rotasi jabatannya.
Mahyudin juga yakin pergantian posisinya tidak akan dibahas dalam rapat gabungan MPR siang nanti. "Saya tidak ada alasan untuk mundur. semua orang juga kalau di posisi saya pasti juga gak ada yang berpikir mau mundur dong jabatan Wakil Ketua MPR menyangkut jabatan di negara," ungkapnya.
Dia percaya, intrik yang ada di Golkar akan segera selesai. Sehingga partai beringin itu kembali damai. "Saya kira kemarin statemen dari ketum kan bagus karena beliau bilang semua akan indah pada waktunya. Ya mudah-mudahan Partai Golkar, damai-damai saja. Dan semua indah," tandasnya.
Sebelumnya, Sekjen Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, meminta Mahyudin sebagai kader harus setia pada menjalankan partai. Dia menyebut banyak pertimbangannya mengganti posisinya dengan Titiek Soeharto.
"Banyak pertimbangannya. Tapi sekali lagi ini adalah keputusan partai dan sebagai kader partai, kita harus setia," ucap Lodewijk di kantor DPP Golkar, Jakarta , Selasa (20/3).
Baca juga:
PPP kirim surat keberatan penambahan kursi pimpinan MPR
Mahyudin ditawari Airlangga jadi menteri, JK bilang 'Yang tentukan itu Presiden'
Titiek Soeharto tegaskan tak ada deal Munaslub dan kursi pimpinan MPR
Datang paripurna bareng Titiek, Mahyudin ngaku tak masalah diganti dari pimpinan MPR