Didesak mundur dari MUI, Ma'ruf Amin serahkan dalam mekanisme internal
Didesak mundur dari MUI, Ma'ruf Amin serahkan dalam mekanisme internal. Ma'ruf menegaskan ada mekanisme khusus yang akan menentukan posisinya di MUI. Dia menyebut, mekanisme itu bersifat internal.
Bakal cawapres Ma'ruf Amin menanggapi desakan agar dia mundur dari posisi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Desakan tersebut mencuat setelah Ma'ruf dipilih menjadi bakal calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi, sebagai bakal calon Presiden di Pemilu 2019.
Ma'ruf menegaskan ada mekanisme khusus yang akan menentukan posisinya di MUI. Dia menyebut, mekanisme itu bersifat internal.
"Nanti akan ada mekanisme penyelesaian, akan ada nanti," ujar Ma'ruf di RSPAD Gatot Subroto, Minggu (12/8) malam.
Ma'ruf enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme internal yang dimaksud. "Nanti diproses secara organisatoris. Tidak minta mundur, tidak minta dimundurkan. Gitu he he he," ucapnya.
Sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 meminta Ma'ruf Amin mundur dari jabatan Ketua Majelis Ulama Indonesia. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin menilai Ma'ruf Amin sudah terjun ke politik praktis dengan menjadi bakal calon Wakil Presiden dari Joko Widodo pada Pilpres 2019.
"Kalau memang sudah mencalonkan diri, kami minta (Ma'ruf) mundur dari MUI," ujar Novel Bamukmin.
Baca juga:
JK ditunjuk jadi ketua tim dewan penasihat pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin
Ini penjelasan IDI soal tes kesehatan Jokowi-Ma'ruf Amin berlangsung sekitar 12 jam
Purnawirawan jenderal TNI deklarasi dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
'Gaya Jokowi akan menjawab konsen dari adik-adik bahwa presidennya millenial juga'
Jalani tes kesehatan, Jokowi sarapan 'Sang Pisang' milik Kaesang
Jokowi dan Ma'ruf Amin jalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto
Sekjen partai pendukung dampingi Jokowi-Maruf Amin tes kesehatan