LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Dianggap Tak Loyal dan Berbohong, M Taufik Dipecat Gerindra

"Majelis Kehormatan Partai, yang ini ada 5 majelisnya sepakat untuk memutus saudara Taufik, memecat sebagai kader Gerindra mulai keputusan itu di sampaikan pada hari ini," kata Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto kepada wartawan, Selasa (7/6).

2022-06-07 12:40:05
Mohamad Taufik
Advertisement

Partai Gerindra telah memecat Anggota DPRD DKI Mohammad Taufik. Pemecatan ini dilakukan setelah digelarnya sidang Majelis Kehormatan Partai (MPK) di DPP Gerindra, Jakarta.

"Majelis Kehormatan Partai, yang ini ada 5 majelisnya sepakat untuk memutus saudara Taufik, memecat sebagai kader Gerindra mulai keputusan itu di sampaikan pada hari ini," kata Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto kepada wartawan, Selasa (7/6).

Wihadi menegaskan, surat keputusan itu akan segera diproses secepatnya pada hari ini secara administrasi. Kemudian, surat itu akan dikirimkan langsung kepada Taufik.

Advertisement

"Kita akan proses keputusan hari ini secara administrasi. Jadi kita akan berikan kepada Taufik bahwa dia sudah dipecat sebagai kader Gerindra," tegasnya.

Selain itu, Wihadi mengungkapkan, Taufik belum pernah melayangkan surat pengunduran diri sebagai Kader Partai Gerindra sebelum dilakukan pemecatan pada hari ini.

"Belum (layangkan surat pengunduran). Tapi pernah kita tanyakan saat kita sidang, apakah saudara Taufik akan mundur dari Gerindra? dan dia mengatakan tidak, bahkan dia tetap berjuang dan loyal kepada Partai Gerindra," ungkapnya.

Advertisement

Berbohong saat Sidang

Tak hanya itu, Taufik juga disebut olehnya pernah berbohong saat disidang bersama Majelis Kehormatan Partai.

"Selain tidak loyal juga dia juga menyatakan bohong saat diperiksa oleh majelis kehormatan, karena itu kebohongan itu kita sumpah pada saat di MPK dia kita sumpah. Apakah pernyataan itu pernyataan yang tidak boleh berbohong," jelasnya.

"Tapi kenyataan dia berbohong, jadi itu salah satu point yang kita pakai kalau dia melakukan kebohongan dal sidang majelis," tutupnya.

Taufik Dukung Anies Baswedan

Anggota DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik blak-blakan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. Taufik berujar,  Anies pantas memimpin Republik Indonesia lantaran kecakapannya memimpin Jakarta.

"Anies memang pantas jadi presiden untuk mengubah bangsa ini supaya rakyat lebih sejahtera, lebih berkeadilan, dalam pandangan saya gitu," kata Taufik, Selasa (7/6).

Meski tidak secara tegas memastikan dirinya akan menjadi tim sukses Anies saat mencalonkan diri sebagai presiden, Taufik menyatakan, dirinya akan mendorong Anies mencalonkan diri sebagai orang nomor 1 di Republik Indonesia.

"Kita mah enggak usah didorong, kita tetap bakal dorong, orang bagus. Kita berpikir gini, Indonesia harus dipimpin oleh orang baik dan pintar," jelas dia.

Niat Pindah ke NasDem

Dukungan Taufik kepada Anies sebagai Capres membuatnya berpindah bendera partai politik. Dia memutuskan untuk pindah ke Partai NasDem, setelah jabatannya sebagai Ketua DPD DKI Jakarta Gerindra dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dicopot.

"Iya benar, dukung Anies jadi calon presiden," katanya kepada merdeka.com, Senin (6/6).

Taufik menjelaskan, dukungannya untuk Anies tersebut berseberangan dengan sikap Partai Gerindra. Di mana partai berlambang burung garuda itu berencana kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Taufik menyatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum mengetahui kalau dirinya akan mengundurkan diri. Terkait dengan rencana itu, Taufik juga membenarkan bahwa banyak pihak yang mencegah dirinya untuk keluar dari Partai Gerindra menyusul indikasi dirinya akan segera berpindah partai.

"Belum (memberi tahu Prabowo), saya kan belum ngasih tau," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta dilansir Antara, Kamis (2/6).

Menurutnya, pencegahan dirinya untuk keluar dari Partai Gerindra adalah hal yang wajar. Bahkan, kata Taufik, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang merupakan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta juga menahannya untuk tetap di Gerindra.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.