Dianggap belum pengalaman di DKI, survei LSI tak dipercaya kubu Ahok
Dianggap belum pengalaman di DKI, survei LSI tak dipercaya kubu Ahok. Guntur mengaku lebih percaya dengan lembaga survei Populi Center yang menempatkan petahana elektabilitasnya masih di atas 40 persen.
Tim Pemenangan bakal pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tidak terlalu percaya dengan hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan PolMark Indonesia. Kedua lembaga itu satu suara merilis elektabilitas Ahok yang terus merosot.
Anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot bidang Kampanye dan Sosialisasi Guntur Romli mengatakan, kedua lembaga survei tersebut belum berpengalaman dalam survei Pilkada DKI Jakarta. Guntur mengaku lebih percaya dengan lembaga survei Populi Center yang menempatkan petahana elektabilitasnya masih di atas 40 persen.
"LSI dan PolMark Indonesia belum pernah melakukan survei (Pilkada DKI). Jadi kami melihat rekam jejak soal survei. Justru kami rutin menerima hasil survei dari Populi Center," katanya dalam satu diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (8/10).
Walaupun begitu, dia menganggap, setiap hasil survei semua lembaga sebagai warning call atau alarm. Termasuk yang memenangkan pasangan petahana Ahok-Djarot.
"Bagi kami evaluasi, survei yang negatif. Yang positif bilang kami menang juga ada bolongnya yang harus diperbaiki," tutup Guntur.
Baca juga:
Survei LSI sebut elektabilitas & popularitas Ahok terus turun
LSI: Anies dan Agus bergabung Ahok kalah
Elektabilitas Ahok merosot, partai pengusung bikin survei tandingan
Gerah popularitas Ahok disebut turun, Golkar bikin survei tandingan
LSI: Ahok-Djarot tumbang di putaran 2 Pilgub DKI