LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Di Jepang, Jazuli Juwaini Cerita Alasan PKS Pilih Jadi Oposisi

"PKS terus berkiprah sejak pertama ikut Pemilu tahun 1999 pasca-reformasi dan selalu menempatkan wakilnya di DPR dan DPRD. Dalam rentang itu, posisi dan sikap PKS dinamis,"

2020-02-07 15:37:50
PKS
Advertisement

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menerima penghargaan dari Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Universitas Kyoto Jepang. Dalam kesempatan ini, dia bercerita soal perjalanan politik PKS baik di eksekutif dan legislatif sampai menjadi oposisi seperti sekarang.

Dia didaulat sebagai pembicara tunggal seminar akademik dengan topik 'The Past, Present and Future of The Prosperous Justice Party (PKS) in The Indonesia's Parliament (DPR)'.

"Saya surprise dengan dengan perspektif dan pemahaman profesor dan para peneliti yang kritis dan tajam tentang politik Indonesia dan PKS. Saya senang dan menikmati semua perspektif, apresisiasi, kritik dan masukan. Ini memperkaya PKS dan kami terbuka dengan semua itu," kata Jazuli dalam siaran persnya, Jumat (7/2).

Advertisement

Dia menjelaskan panjang lebar konteks politik Indonesia dikaitkan karakter kemajemukan bangsa hingga mempengaruhi perjalanan politik PKS. Dia memaparkan soal identitas, visi misi dan garis perjuangan Fraksi PKS di pemerintahan maupun di parlemen, baik tingkat pusat maupun daerah.

"PKS terus berkiprah sejak pertama ikut Pemilu tahun 1999 pasca-reformasi dan selalu menempatkan wakilnya di DPR dan DPRD. Dalam rentang itu, posisi dan sikap PKS dinamis. PKS pernah di pemerintahan dan kini memilih di luar pemerintahan dengan kesadaran penuh menjaga sistem demokrasi agar tetap sehat dalam kerangka checks and balances. Untuk itu, Fraksi PKS membangun sikap politik yang kritis dan konstruktif terhadap kekuasaan," tegas Jazuli.

Peserta seminar bertanya dan mendalami perkembangan politik PKS. Mulai dari sikap-sikap terhadap sejumlah isu, kebijakan sebagai oposisi hingga identitas dengan partai politik politik lain. Kemudian, pertanyaan soal sistem pilkada, pileg, dan pilpres di Indonesia. Juga seputar legislasi RKUHP, UU KPK, reforma agraria, perlindungan hak asasi dan isu pemulangan WNI yang pernah bergabung dengan ISIS.

Advertisement

"PKS sebagai partai politik terus membuka diri dan berkolaborasi dengan elemen politik lain baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena kunci membangun bangsa yang besar dan majemuk seperti Indonesia adalah komunikasi politik, karena kami sadar Indonesia tidak bisa dibangun sendirian. Demikian halnya dalam kita membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan," tegas Jazuli.

Oleh karena itu, lanjut Jazuli, PKS membangun komunikasi dengan komunitas internasional. Fraksi PKS menggagas kunjungan resmi ke fraksi-fraksi partai negara berpengaruh di berbagai kawasan. Pihaknya juga menginisiasi program Ambassador Talks menghadirkan duta besar negara sahabat.

"Termasuk memenuhi undangan kampus, lembaga riset dan lembaga think tank seperti ke CSEAS Universitas Kyoto ini bagian dari upaya Fraksi PKS membangun jejaring dan komunikasi dengan komunitas akademis Internasional. Sehingga bukan saja kami bisa mengenalkan dan memahamkan risalah perjuangan Fraksi PKS dan politik Indonesia, akan tetapi juga agar kami mendapatkan feed back dan masukan untuk kemajuan PKS khususnya dan negara Indonesia pada umumnya," pungkas Jazuli.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.