LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Di balik alasan Agus-Sylvi, tak ada kontrak hingga serangan politik

Mereka pun tak mempersoalkan apabila ada bakal pasangan calon yang sudah lebih dahulu melakukan kontrak politik dengan masyarakat Ibu Kota.

2016-10-20 12:17:36
Agus Yudhoyono-Sylviana Murni
Advertisement

Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta baru akan digelar pada Februari 2017. Tiga pasangan bakal calon yakni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pun hanya bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Mengingat, masa kampanye belum dimulai dan KPU DKI Jakarta juga belum mengumumkan nama serta nomor urut pasangan yang akan berlaga pada pesta demokrasi di Ibu Kota itu. Akan tetapi, kontrak hingga serangan politik antar bakal calon ada saja yang sudah melakukan.

Mengomentari hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Vera Febyanthy mengungkapkan, pasangan Agus-Sylvi tidak akan melakukan kontrak politik kepada masyarakat di masa ini. Mengingat mereka perlu melihat, mempelajari hingga mencari solusi dari persoalan yang ada di Jakarta.

"Lihat isu itu tidak bisa dengan spontanitas, kita bukan tidak mau, tetapi nanti karena harus dilihat terlebih dahulu (persoalannya)," ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (20/10).

Vera menambahkan, untuk mendapatkan solusi itu tidak bisa hanya dengan melakukan kunjungan ke masyarakat dalam waktu singkat, belum lagi setiap wilayah terkadang memiliki persoalan yang berbeda.

Karenanya, pasangan Agus-Sylvi lebih memilih untuk mempelajari terlebih dahulu akar persoalan dari setiap masyarakat, untuk selanjutnya menentukan solusi bersama dalam satu kesempatan.

Mereka pun tak mempersoalkan apabila ada bakal pasangan calon yang sudah lebih dahulu melakukan kontrak politik dengan masyarakat Ibu Kota. "Seperti kita blusukan, warga mengeluh air PAM mati, MCK digusur, mereka tidak tahu harus berbuat apa, kasian kan. Jadi, tidak bisa disodorkan (kontrak politik), itu gaya masing-masing. Kita baru beberapa hari masa sudah ada kontrak politik," terangnya.

Sementara itu, mengenai serangan politik yang dilakukan antar tim maupun pasangan bakal calon, kata dia, partai pengusung dan koalisi Agus-Sylvi sudah mewanti-wanti relawan serta tim pemenangan mereka untuk tidak menggubris setiap serangan yang dialamatkan kepada mereka.

Agus sendiri pernah berpesan agar timnya bisa bersosialisasi dan berpolitik secara santun, tanpa harus menyerang pasangan lain. "Mas Agus kan santun, kita diminta juga harus santun, tidak boleh melakukan black campaign ke calon lain. Sosialisasi saja dan memperkenalkan tanpa serangan."

"Kita tidak akan terpancig dalam isu negatif. Jangan menimbulkan gejolak, bagaimana kita harusnya menjaga keutuhan kebersamaan dari keindahan demokrasi yang kita ciptakan. Mas Agus ingin meningkatkan index happiness warga Jakarta. Jadi tidak ada lagi takut, resah, galau dan stres," pungkasnya.

(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.