LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Desmond makin galak, dulu Mega, kini SBY diserang

Dulu, Desmond pernah menyebut Mega sebagai ratu lebah. Kini Desmond menyebut SBY mencla-mencle.

2014-12-12 06:34:00
Susilo Bambang Yudhoyono
Advertisement

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung untuk mengamankan Perppu Pilkada yang diterbitkan di penghujung kepemimpinannya lalu. SBY gusar karena Partai Golkar sempat menolak Perppu Pilkada, sesuai rekomendasi para kader di Munas Bali beberapa waktu lalu.

Sejumlah langkah pun dilakukan SBY agar Perppu Pilkada nantinya disetujui oleh DPR. Dua di antaranya adalah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana dan menginstruksikan elite Demokrat merapat ke PDIP untuk menggolkan Perppu tersebut.

Namun, langkah SBY itu rupanya mendapat kritikan pedas dari Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa. Sejumlah pernyataan keras di media dilontarkan Desmond untuk SBY.

Bukan kali ini saja Desmond mengritik elite parpol. Sebelumnya, Desmond juga pernah mengritik keras Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Desmond pernah menyebut keangkuhan Mega sebagai biang keladi solidnya Koalisi Merah Putih (KMP) di parlemen.

Tak cuma itu, Desmond bahkan menyebut Mega sebagai ratu lebah. Hal itu sontak membuat geram para elite PDIP.

Kali ini, kritikan pedas Desmond dialamatkan kepada SBY yang tak lain adalah ketua umum Partai Demokrat. Berikut serangan Desmond ke SBY seperti dirangkum merdeka.com;

Desmond: SBY itu politiknya loncat-loncat

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menilai inisiatif Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadap ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla menunjukkan sikap politik bermuka dua dalam meminta dukungan Perppu Pilkada oleh pemerintah. Padahal, Demokrat, menurutnya, tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) jelas-jelas menjadi oposisi pemerintah.

"Namanya SBY kalau tidak loncat-loncat bukan SBY. Kalau politik tidak menguntungkan bukan SBY, SBY itu politiknya loncat-loncat," kata Desmond saat dihubungi wartawan, Rabu (10/12).

Menurutnya alasan dikeluarkannya Perppu Pilkada oleh SBY saat masih menjabat presiden tidak dalam kondisi mendesak. Hal itu hanya akibat respons negatif masyarakat atas disahkan UU Pilkada via DPRD.

Advertisement

Desmond sebut gaya politik SBY pragmatis

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengritik pertemuan SBY dengan Jokowi terkait Perppu Pilkada. Dia menilai, SBY sesungguhnya tidak punya alasan kuat mengeluarkan Perppu tersebut saat masih menjabat sebagai presiden.

"Tidak ada alasan Perppu itu, tidak ada dasar keluar Perppu (Perppu Pilkada). SBY kan tanpa alasan pun bakal bikin alasan, itulah SBY," kata Desmond saat dihubungi wartawan, Rabu (10/12).

Tak cuma itu, Desmond juga menilai gaya berpolitik SBY pragmatis. Di mana posisi yang menguntungkan akan langsung diambil.

"Bukan (Demokrat ingin gabung KIH). Biasa SBY itu mana yang menguntungkan, gabung KMP karena keuntungan politik, seperti itu politik mencla-mencle," katanya.

Advertisement

Desmond: SBY biang kerok ketatanegaraan Indonesia

Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai biang kekacauan perpolitikan Indonesia. Menurutnya, dalam persoalan pengesahan RUU Pilkada lalu SBY telah membuat gaduh.

"SBY itu biang kerok ketatanegaraan Indonesia. Dia bikin gaduh, telah main mata dengan alat kelengkapan dewan," kata Desmond di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12).

Menurutnya, Perppu Pilkada hanya berisi 10 pemikiran pribadi SBY. Alasan mengeluarkan Perppu Pilkada pun tak masuk kategori darurat.

"Dia (SBY) memaksa kita untuk menyepakati Perppu Pilkada yang isinya keinginan dia. Dasarnya dipaksakan secara politik, dalam sepuluh tahun pemerintahan mengeluarkan Perppu yang bayak, sejumlah 40 lebih," terang dia.

Desmond: Yang mencla-mencle SBY, Ical lebih baik

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa pasang badan dan membela Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terkait sikap Perppu Pilkada. Menurut Desmond, SBY lebih mencla-mencle dibandingkan dengan Ical dalam menyikapi Perppu Pilkada.

"Yang mencla-mencle SBY, Bang Ical lebih baik dari pada SBY," kata Desmond kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12).

Desmond menegaskan, salah jika Ical dianggap tak konsisten soal Perppu Pilkada. Menurutnya, sikap Ical menolak Perppu Pilkada beberapa waktu lalu lantaran para peserta Munas IX Golkar menyuarakan hal tersebut.

Karenanya, kata Desmond, mau tidak mau Ical menyerap aspirasi para kader Partai Golkar itu, meski belakangan Ical berubah sikap dan mendukung Perppu Pilkada.

"Yang saya pahami (Ical) bukan mencla mencle. Pada waktu itu pendapat rekomendasi dari kawan-kawan di daerah yang akan diperjuangkan di Fraksi Partai Golkar," jelasnya.

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.