Denny JA: Ternyata rakyat inginkan perubahan
Denny JA: Ternyata rakyat inginkan perubahan. Denny menjelaskan, hasil quick count sementara dengan data masuk sekitar 70 persen pada pukul 15.00 WIB, pasangan Anies-Sandiaga mendapatkan suara 55 persen, sementara Ahok-Djarot 45 persen.
Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang telah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta baru versi exit poll dan quick count. Hasil exit poll dan quick count sementara, kata Denny, menunjukkan perolehan suara Anies-Sandi sulit terkejar oleh Basuki T Purnama-Basuki T Purnama.
"Selamat datang gubernur baru Anies dan Sandi. Jam 3 sore rakyat sudah bicara dan hasilnya ternyata rakyat inginkan perubahan," kata Denny di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Rabu (19/4).
Denny menjelaskan, hasil quick count sementara dengan data masuk sekitar 70 persen pada pukul 15.00 WIB, pasangan Anies-Sandiaga mendapatkan suara 55 persen, sementara Ahok-Djarot 45 persen.
"Per hari ini jam 3 sore data masuk 70 persen, dukungan Anies sekitar 54-55 persen. Ahok diangka 44-45 persen. Jaraknya sekitar 8-10 persen persis sama dengan survei LSI terakhir," tegasnya.
Hasil tersebut diklaim akan menjadi representasi dari hasil perhitungan resmi dari KPU DKI Jakarta. Sebab, lanjutnya, LSI telah menggelar lebih dari 200 kali survei dan hasilnya tak ada satu pun yang salah.
"Namun begitu kita semua harus menghormati keputusan KPU DKI Jakarta. Tapi LSI telah menggelar lebih dari 200 kali survei dan satu kali pun tak pernah salah," pungkas Denny.
Baca juga:
Media asing soroti kemenangan pasangan Anies-Sandi di Pilgub DKI
Tiap paslon diharap sikapi hasil Pilkada DKI secara bijaksana
Prabowo: Yang sumbang sembako terima kasih, jangan berhenti
Ahok-Djarot kalah di hitung cepat, Golkar DKI ajak doa bersama
Ada Ical di pidato kemenangan Anies, Prabowo sebut 'ini mentornya'
Anies: Kita komitmen jaga kebhinekaan & perjuangkan persatuan di DKI
Unggul hitung cepat, Anies-Sandiaga berencana temui Ahok-Djarot