Demokrat: Zaman SBY, Presiden Tidak Ikut Campur Pemilu
Pernyataan SBY yang mengaku mendapat informasi kecurangan di Pemilu 2024 adalah untuk menegaskan di eranya tidak pernah terjadi. SBY ingin mengatakan tidak ada presiden mencampuradukan tugasnya sebagai kepala pemerintahan dengan urusan pemilu lima tahunan.
Ketua DPP Demokrat, Herman Khaeron membandingkan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo. Ketika SBY menjadi kepala negara, tidak pernah mencampuradukan jabatan sebagai presiden dengan pelaksanaan pemilu di 2009 dan 2014.
Hal itu menjelaskan pernyataan SBY yang mendapatkan informasi Demokrat sebagai oposisi diskenariokan tidak bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden di 2024. Bahkan Ketua Majelis Tinggi Demokrat itu memberikan penekanan dengan menggunakan diksi 'Jahat Bukan?'
"Penekanan 'jahat bukan?' itu berarti mengandung arti, SBY selama dua periode memimpin 10 tahun tidak pernah menjalankan politik-politik yang seperti ini," kata Herman dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9).
Pernyataan SBY yang mengaku mendapat informasi kecurangan di Pemilu 2024 adalah untuk menegaskan di eranya tidak pernah terjadi. SBY ingin mengatakan tidak ada presiden mencampuradukan tugasnya sebagai kepala pemerintahan dengan urusan pemilu lima tahunan.
"Itu untuk meyakinkan bahwa pemerintahan pada saat itu tidak pernah mencampuradukan posisi sebagai kepala negara, kepala pemerintahan dengan pesta demokrasi," terangnya.
Herman menyebut, tanpa campur tangan kepala negara membuat pelaksanaan pemilu di era SBY menghasilkan banyak calon pemimpin di Pilpres.
"Makanya muncul calon banyak terus karena bebas, tidak ada tekan-tekanan kepada partai-partai, tidak ada," tutup Herman.
(mdk/fik)