Demokrat tunggu 'duren runtuh' jika Jokowi tak gandeng kader Golkar di Pilpres
Demokrat tunggu 'duren runtuh' jika Jokowi tak gandeng kader Golkar di Pilpres. Ferdinand menjelaskan kemungkinan itu datang jika Partai Golkar tidak dilirik oleh Joko Widodo sebagai Cawapresnya. Dia menyebut bisa saja Golkar memberikan respons yang tidak terduga.
Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuturkan kemungkinan Demokrat berkoalisi dengan Partai Golkar masih terbuka. Dia menyebut posisi Demokrat menunggu 'duren runtuh' lepas pasang peta politik mendekati batas waktu pendaftaran Pilpres.
Ferdinand menjelaskan kemungkinan itu datang jika Partai Golkar tidak dilirik oleh Joko Widodo sebagai Cawapresnya. Dia menyebut bisa saja Golkar memberikan respons yang tidak terduga.
"Kita lihat bagaimana mereka berharap bisa mendampingi Pak Jokowi tetapi kalau Pak Jokowi tidak memilih Golkar jadi pendampingnya, tentu Golkar akan memberikan respons dan reaksi ini yang kita tidak duga respons dan reaksinya seperti apa," kata Ferdinand di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).
Karena itu, dia menyebut Demokrat menunggu kemungkinan itu terjadi. "Nah itu yang akan kita tunggu jadi kita tunggu nanti ya kalau dibilang nunggu duren jatuh ya kira-kira begitu lah. Kita tunggu pohon duren jatuh ini di halaman kita," imbuhnya.
Ferdinand juga menduga peta politik bakal berubah setelah hasil Pilkada Serentak keluar. Demokrat percaya diri akan mengusung jagoannya sendiri dengan catatan bisa meraup kemenangan di provinsi vital dengan lumbung suara besar seperti di Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Kalau tentu bisa memenangkan contoh Jatim Jabar ya Demokrat akan percaya diri sekali untuk maju karena pemilihnya saja sudah lebih 50 persen pemilih nasional jadi itu akan mendongkrak percaya diri kita dan akan mengubah peta politik nasional pasca Pilkada ini," ucapnya.
Baca juga:
AHY sebut arah koalisi Demokrat di Pilpres masih terhalang kabut tebal
Rasional, Ketum PAN tak tawarkan kader jadi Cawapres Prabowo
Ketum PAN akui bahas bagi-bagi kekuasaan dengan Jokowi, Prabowo dan SBY
Ketua DPP Demokrat klaim SBY-JK sepaham Pilpres 2019 perlu calon alternatif
Balasan tajam Ngabalin saat pemerintah dikritik bertubi-tubi Prabowo