Demokrat tunggu aksi nyata Jokowi hadapi krisis di depan mata
"Era SBY 2008 survive, kita bertahan pertumbuhan ekonomi lima persen," ucap Dede Yusuf.
Politikus Demokrat Dede Yusuf mendesak pemerintah harus mempersiapkan diri menghadapi ancaman krisis ekonomi. Dalam kondisi saat ini, kata dia, Presiden Joko Widodo harus tegas mencari solusi nyata agar terhindar dari krisis ekonomi.
"Pemimpin jangan kehilangan senses of crisis, tapi bilang ke stakeholder mari bekerja dalam kondisi berat," kata Dede di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8).
Salah satu cara yang dapat ditempuh, kata Dede, pemerintah harus mampu mempertahankan sektor riil seperti Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Di mana sektor ini terbukti jitu menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi seperti yang dilakukan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008.
"Pertahankan sektor riil seperti UMKM. Sektor ini tidak mengganggu valas. Era SBY 2008 survive, kita bertahan pertumbuhan ekonomi lima persen. Kita menggunakan sektor rill," paparnya.
Untuk mempertahankan sektor rill tersebut, lanjut Ketua Komisi IX DPR ini, merupakan menjadi tugas dari Menteri Perdagangan Thomas Lembong. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda dari Menteri Perdagangan untuk melakukan apa yang diharapkannya tersebut.
"Saya belum dengar gerakannya, menteri juga belum terlihat gerakannya, kami berharap strategi exit-nya," katanya.
Lebih jauh, dia menyarankan ada baiknya Jokowi mengundang orang yang paham tentang perekonomian selain orang yang berada di pemerintahan. Sebagai contoh, dia menyarankan agar Jokowi meminta saran dari Mantan Menko Perekonomian era SBY, Hatta Rajasa.
"Apapun itu harus mensupport pemerintah keluar dari masalah ini. Jika kita support memberikan pemikiran, misal saran ke Pak Jokowi, ayo kumpulkan tokoh di era SBY, mungkin Pak Hatta bisa dipanggil lagi," simpulnya.
Baca juga:
Demokrat berang kebijakan impor gula era SBY disebut rugikan negara
Ruhut sarankan Jokowi ikuti cara SBY saat atasi krisis 2008
SBY: Kondisi ekonomi sudah lampu kuning, cegah jangan sampai merah
Ruhut sebut Jokowi tolak secara halus pembangunan gedung baru DPR
Demokrat: Aturan TKA berbahasa RI dihapus rendahkan martabat bangsa