Demokrat Tanggapi Sindiran Hasto: Menteri Jokowi Tidak Boleh 'Mendua'
"Menarik untuk mengetahui siapa yang dimaksud Hasto yang mengatakan ada menteri yang berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024 dan melupakan tugasnya dan sebaiknya berhenti jadi menteri Presiden Jokowi," tegas dia.
Partai Demokrat menegaskan menteri tak boleh mendua terkait tugas yang dijalankan sebagai pembantu Presiden Jokowi. Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar mengatakan menteri Jokowi seharusnya fokus menangani pandemi Covid-19. Apalagi, menurut dia, rakyat sedang susah, kelangsungan hidup mereka terancam akibat dampak pandemi.
Hal ini menyikapi sindiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal ada menteri Jokowi yang mulai melakukan pencitraan demi kepentingan Pemilu 2024.
"Para menteri tidak boleh "mendua". Jangan ada 2 prioritas berbeda dalam menjalankan tugasnya yang sudah sangat berat untuk segera menangani pandemi ini," kata Renanda saat dihubungi merdeka.com, Selasa (20/10).
Renanda menyatakan menteri yang sudah memikirkan pencalonan pada Pemilu 2024 lebih baik berhenti. "Menarik untuk mengetahui siapa yang dimaksud Hasto yang mengatakan ada menteri yang berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024 dan melupakan tugasnya dan sebaiknya berhenti jadi menteri Presiden Jokowi," tegas dia.
Sebab, krisis kesehatan dan ekonomi yang dihadapi Indonesia akibat Covid-19 membutuhkan penanganan serius dari pemerintah. Sehingga, kata dia, para pembantu Jokowi sudah seharusnya memiliki kepekaan terhadap krisis daripada urusan pribadi.
"Harus ada "sense of crisis" dari seluruh pihak pemerintah dan semua elemen bangsa terkait," ujar Renanda.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mengingatkan, para menteri merupakan pembantu Presiden. Menteri harus berani mengambil terobosan dan totalitas dalam memimpin kementeriannya.
Sebab itu, Hasto meminta menteri yang berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024 dan melupakan tugasnya sebaiknya berhenti sebagai menteri Presiden Joko Widodo.
"Menteri harus berani mengambil terobosan. Sebab menteri adalah sosok yang seharusnya memahami hal ikhwal kementerian yang dipimpinnya. Totalitas jajaran kabinet sangat penting. Karena itulah ketika ada indikasi menteri yang terlalu berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024, dan melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pembantu Presiden, sebaiknya segera menghentikan seluruh gerak pencitraannya, dan menempatkan kejar prestasi sebagai bagian budaya kerja. Sebab soliditas dan daya juang para menteri di tengah pandemi ini sangat penting," kata Hasto.
(mdk/ray)