Demokrat: Pilihan PKS cuma 2, mundur atau dikeluarkan
Ketika ditanya mengenai nasib PKS akan diputuskan setelah naiknya harga BBM resmi diumumkan, Syarif hanya tersenyum.
Sikap PKS yang berseberangan dengan pemerintah soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih berbuntut panjang. Seluruh anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi dengan tegas meminta partai tersebut keluar, atau dikeluarkan.
Terkait nasib PKS di jajaran koalisi, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarifuddin Hasan menyebut sikap partai pimpinan Anis Matta itu sudah bertentangan. Padahal, koalisi seharusnya sejalan dengan kebijakan pemerintah.
"Mereka kan sudah secara eksplisit bertentangan dengan partai, tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah. Koalisi kan harus sejalan dengan pemerintah, masa koalisi berbeda," ujar Syarif di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/6).
Menurutnya, sesuai dengan code of conduct dalam kontrak politik yang ditandatangani bersama, hanya ada dua pilihan bagi PKS, yaitu mundur dari Setgab Koalisi atau dipecat.
"Ada 2 pilihan, dia (PKS) mengundurkan diri atau dimundurkan. Memang lebih terhormat mengundurkan diri," tandasnya.
Ketika ditanya mengenai nasib PKS akan diputuskan setelah naiknya harga BBM resmi diumumkan, Syarif hanya tersenyum.
"Insya Allah," ucapnya singkat.
\r\n(mdk/hhw)