Demokrat nilai pidato Prabowo soal elite bodoh upaya gaet pemilih
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut ada elite yang bodoh, bermental maling dan membohongi publik, merupakan upaya untuk menggaet pemilih di Pemilu Serentak 2019. Meski demikian, Hinca mengaku menghormati cara yang dilakukan Prabowo itu.
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut ada elite yang bodoh, bermental maling dan membohongi publik, merupakan upaya untuk menggaet pemilih di Pemilu Serentak 2019. Meski demikian, Hinca mengaku menghormati cara yang dilakukan Prabowo itu.
"Saya kira suasana hari-hari ini suasana yang memang suasana tahun politik, dan masing-masing elite punya cara menggaet atau menggoda pemilihnya," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).
Hinca menuturkan, Partai Demokrat memiliki cara lain untuk mengambil hati pemilih. Partai Demokrat, kata dia, memilih cara yang lebih santun dan tenang dalam berkampanye.
"Demokrat memilih cara yang lebih santun, Demokrat memilih cara yang lebih tenang lebih nyaman, itulah cara Demokrat," klaimnya.
Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.
"Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia," terangnya.
Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. "Saya elite tetapi sudah tobat," tegasnya.
Baca juga:
Prabowo ikon Gerindra, jika capreskan orang lain bisa kalah Pileg & Pilpres
NasDem minta Prabowo laporkan elite bodoh bermental maling ke penegak hukum
Kata Puan soal pidato Prabowo yang sebut elite bodoh dan maling
Soal Capres, PKS sebut 'Lebih cepat lebih baik Gerindra putuskan'
Gerindra harap tak bahas calon tunggal saat Puan ketemu Prabowo