Demokrat: Jokowi-Pramono Edhie hanya silaturahmi politik
'Pak Pramono Edhie Wibowo memang aset Demokrat, beliau akan melakukan kerja politik untuk pemenangan Partai Demokrat.'
Dalam survei internal yang secara diam-diam dilakukan oleh PDI Perjuangan (PDIP) untuk Pemilu 2014, duet Joko Widodo ( Jokowi ) dan Pramono Edhie Wibowo mendapat apresiasi tinggi dari publik. Partai Demokrat berpandangan bahwa hasil survei itu hanya sebuah silaturahmi politik.
Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus terhadap konvensi Capres Demokrat. Sehingga belum memikirkan untuk mengusung capres dan cawapres.
"Saat ini Partai Demokrat sedang fokus pada penyelenggaraan konvensi dan program pemenangan Pileg 2014," kata Achsanul kepada merdeka.com, Rabu (24/7).
Menurut Achsanul, Pramono Edhie Wibowo adalah aset penting Demokrat. Adik ipar SBY itu, kata dia, juga belum memikirkan posisi capres dan cawapres.
"Pak Pramono Edhie Wibowo memang aset Demokrat, beliau akan melakukan kerja politik untuk pemenangan Partai Demokrat di 2014," katanya.
Anggota Komisi XI DPR ini berpendapat, hasil survei internal tersebut hanyalah sebuah silaturahmi politik jelang Pilpres 2014. PDIP, lanjut dia, pasti juga akan fokus kepada pemenang Pileg terlebih dahulu.
"Apapun hasilnya nanti tetap kita serahkan kepada rakyat. Pak Jokowi adalah kader PDIP, dan saya kira PDIP juga akan fokus pada Pileg 2014 dulu. Sehingga jika ada yang menyandingkan keduanya, kita anggap sebagai silaturahmi politik," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dokumen hasil survei internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menguji empat skenario buat Jokowi menghadapi pemilihan presiden tahun depan. Jajak pendapat digelar 3-15 Mei lalu ini melibatkan 1.500 responden di 33 provinsi.
Merdeka.com memperoleh dokumen laporan survei berjudul Trajektori Politik 2014 dari seorang sumber mengaku dekat dengan Jokowi .
Skenario pertama, PDIP menyorongkan ketua umum Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla . Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang dengan raihan dukungan 35,2 persen. Sedangkan Megawati-Kalla meraup 25,3 persen, disusul Aburizal Bakrie -Mahfud dengan 18,3 persen.
Menurut skenario kedua, Jokowi maju berduet dengan Pramono Edhi Wibowo, adik ipar presiden. Hasilnya memuaskan. Pasangan ini unggul setelah meraup 34,0 persen dukungan, disusul Prabowo-Hatta (30,0 persen), dan Aburizal-Mahfud (16,3 persen).
Survei juga menjajal posisi Jokowi sebagai kandidat wakil presiden. Hasilnya jeblok meski dia dipasangkan dengan Megawati. Pasangan Prabowo-Hatta menang dengan sokongan 33,4 persen, dibuntuti Megawati- Jokowi (29,9 persen), dan Aburizal-Mahfud (17,3 persen). Perolehan tidak menyenangkan juga terjadi kalau Jokowi menjadi wakil dari Puan Maharani.
Skenario lain adalah Jokowi keluar dari PDIP dan bertarung melawan Megawati. Dia dipasangkan dengan Pramono Edhi Wibowo. Pasangan ini unggul dengan 36,1 persen suara, disusul Prabowo-Hatta (30,5 persen), dan Megawati- Jusuf Kalla (15,2 persen).(mdk/did)