Dedi Mulyadi sebut sentralistik di Golkar seperti kerangkeng kaki sendiri
Karena kepemimpinan yang sentralistik akan membuat kepengurusan di bawahnya juga akan bermasalah.
Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, Partai Golkar seperti mencari masalah sendiri. Sebab, kata Dedi, Golkar selalu terbawa emosi untuk membangun partai yang sentralistik.
"Yang menjadi kesalahan kita adalah Golkar selama ini terbawa emosi dengan kekuatan lain untuk bersama-sama membangun sentralistik kekuasaan kepartaian," kata Dedi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/12).
"Membuat sesuatu yang mengerangkeng kakinya. Padahal sistem politik yang tersentralistik hanya berlaku bagi partai yang komando," sambungnya.
Menurutnya, kekuasaan sentralistik-lah yang membuat masalah di Partai berlambang pohon beringin itu. Karena kepemimpinan yang sentralistik akan membuat kepengurusan di bawahnya juga akan bermasalah.
"Sentralistik kekuasaan kepartaian tadi itulah yang berdampak kalau ada masalah kekuasaan di pusat kekuasaan berdampak pada hilir kekuasaan," ujarnya.
Dia juga menilai, kepemimpinan Partai Golkar yang dipimpin oleh sipil terkesan sangat ketat dan cenderung monopoli. Ia pun mendorong untuk adanya perubahan hal sistem politik di Partai Golkar jika nantinya tetap diselenggarakan munaslub untuk melakukan pergantian Ketua Umum.
"Kritik saya kalau dilaksanakan munaslub sudah semestinya Golkar walaupun Undang-Undangnya sangat sentralistik perlu pengambilan keputusan politik Golkar harus memonopoli perubahan dengan membuat delegasi kewenangan dari tingkat pusat ke tingkat daerah untuk berimprovisasi," ucapnya.(mdk/ded)