LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Dedi Mulyadi sebut Golkar sudah lama tak berpijak sistem, banyak dengar bisikan

Bupati Purwakarta ini melihat, ada hal mendasar yang perlu dibenahi dalam diri partai. Salah satunya, mekanisme kepartaian yang berjalan saat ini justru lebih banyak dipengaruhi bisikan dari pihak lain, bukan sistem yang seharusnya dijalankan.

2017-11-21 11:00:38
Partai Golkar
Advertisement

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak ingin berspekulasi tentang perubahan rekomendasi terkait Pilgub Jawa Barat 2018 setelah Ketua Umum Golkar Setya Novanto terbelit kasus dan terancam lengser dari partai. Dia mengaku lebih memilih fokus membangun kembali kebesaran partai berlambang pohon beringin.

"Dari awal saya memahami apa yang menjadi latar belakang DPP Golkar merekomendasikan orang lain. Sebagai kader, saya memahami kondisi itu sebagai bagian dari pendewasaan politik saya," ujar Dedi saat dihubungi, Selasa (21/11).

Kemungkinan terjadinya pergantian posisi Ketua Umum Partai Golkar yang berhembus semakin kencang, tidak membuat dipandang Dedi sebagai peluang untuk mendapat rekomendasi baru. Sebagai kader, dia menyerahkan sepenuhnya rekomendasi Pilgub Jabar kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar yang baru.

Advertisement

"Itu menjadi ranah pimpinan baru. Saya yakin pimpinan yang baru berpijak pada mekanisme partai sehingga melahirkan keputusan politik yang bisa diterima oleh semua pihak. Fokus saya bukan rekomendasi, melainkan penyelamatan partai," katanya.

Jejak politik Dedi Mulyadi di Partai Golkar cukup panjang. Dari mulai memegang pucuk pimpinan Partai Golkar di Purwakarta, menjadi Sekretaris Jenderal DPD Partai Golkar Jawa Barat dan kini memimpin Partai Golkar di Jawa Barat sebagai Ketua. Menurut Dedi, partainya sudah berperan aktif dalam pembangunan di Indonesia sejak lama. Karena itu dia tak ingin partainya terpuruk lebih dalam.

"Partai Golkar sudah menjadi aset bangsa. Jangan sampai, tumbuh kembang partai ini terhambat oleh langkah-langkah yang kontraproduktif," tegasnya.

Advertisement

Bupati Purwakarta ini melihat, ada hal mendasar yang perlu dibenahi dalam diri partai. Salah satunya, mekanisme kepartaian yang berjalan saat ini justru lebih banyak dipengaruhi bisikan dari pihak lain, bukan sistem yang seharusnya dijalankan. Ini juga terjadi dalam sistem pengkaderan di partai.

"Golkar saya kira sudah lama tidak berjalan dengan baik, tidak lagi berpijak pada sistem, mekanisme dan aturan partai sehingga keputusan yang diambil lebih kepada hasil bisikan, bukan sistem. Ini ke depan harus diubah agar Golkar kembali pada khittah-nya," ucapnya.

Baca juga:
Wasekjen Golkar desak munaslub secepatnya, tak perlu ada Plt ketum
Nurdin Halid tak tertarik gantikan Setnov sebagai Ketum Golkar
Dedi Mulyadi sebut Ketum Golkar pengganti Setnov harus dukung Jokowi di 2019
Fadel takut Golkar pecah jika langsung pilih Ketum baru pengganti Setnov
GMPG desak Munaslub Golkar digelar bulan Desember
'Setya Novanto tahanan KPK, Golkar rugi jika diam saja'

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.