LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Dedi Mulyadi dikabarkan temui ketum Hanura minta dukungan

Wasekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana mengaku tidak mengetahui pertemuan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) pada Rabu (23/8) malam. Namun, menurutnya, jika kabar itu benar maka tujuan Dedi sowan ke OSO kemungkinan untuk meminta dukungan kepada Hanura di Pilgub Jawa Barat.

2017-08-24 23:01:10
Dedi Mulyadi
Advertisement

Wasekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana mengaku tidak mengetahui pertemuan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) pada Rabu (23/8) malam. Namun, menurutnya, jika kabar itu benar maka tujuan Dedi sowan ke OSO kemungkinan untuk meminta dukungan kepada Hanura di Pilgub Jawa Barat.

"Pasti (minta dukungan) kepada pak OSO dia ketua DPD, tokoh nasional siapapun mencalonkan kepala daerah menghadap Pak OSO lah. Beliau tokoh berpengaruh lah, kita tak berani menanyakan Pak dukung mana," kata Dadang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8).

Hingga saat ini, Hanura belum menentukan calon yang bakal didukung di Pilgub Jawa Barat. Untuk sementara, baru kader yang juga Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Aceng Fikri yang telah mendaftar sebagai bakal calon gubernur dari Hanura.

Lebih lanjut, anggota Komisi X ini menyebut partainya melalui tim pemenangan Pemilu (TPP) masih melakukan survei internal untuk mencari sosok calon yang diinginkan rakyat.

"TPP melakukan survei internal. Siapa berdasarkan survei internal yang paling dikehendaki rakyat. Kita basisnya survei internal," terangnya.

Hanura akan lebih dulu mencari teman koalisi sebelum menentukan jagoan. Soal kemungkinan membentuk koalisi pemerintah di Jawa Barat, Dadang menilai koalisi di pusat belum tentu bisa terjadi di daerah. Mengingat karakter dan kepentingan partai di daerah berbeda-beda.

"Pertama kita berkoalisi dengan siapa, kita mendukung siapa. Awalnya koalisi dulu, kita berkoalisi dengan siapa, baru siapa, kita menunggu," tutupnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.