Dapat pesan jangan diam saja, SBY akan sering bicara di Pemilu 2019
SBY bercerita, dalam ribuan ucapan selama itu pula banyak yang berterimakasih atas kepemimpinannya selama 10 tahun menjadi Presiden ke enam RI. Menurut dia, apa yang telah dilakukan selama dua periode itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala negara.
Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja berulang tahun ke-69 pada 9 September lalu. Dia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para sahabatnya yang mengirimkan ucapan selamat.
SBY bercerita, dalam ribuan ucapan selama itu pula banyak yang berterimakasih atas kepemimpinannya selama 10 tahun menjadi Presiden ke enam RI. Menurut dia, apa yang telah dilakukan selama dua periode itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala negara.
"Yang saya lakukan dulu sebenarnya adalah bagian kecil dari yang dilakukan semua Presiden sebelum saya, beserta pemerintahan yang dipimpinnya," tulis SBY dalam akun Twitter-nya, @SBYudhoyono dikutip merdeka.com, Rabu (12/9).
SBY mengatakan, tak mungkin dirinya bisa meraih hasil dan capaian, serta bikin Indonesia lebih maju, jika landasannya tak dibangun oleh para pendahulunya.
"Terhadap pesan SBY Jangan Diam Saja'~ sebenarnya saya juga ikut berpikir dan berkontribusi agar Indonesia kita makin maju, adil dan sejahtera," tulis SBY lagi.
SBY mengaku konsisten untuk mendukung kebijakan dan tindakan pemerintah yang tepat dan pro-rakyat. Namun, dia menitikberatkan, pihaknya juga tak lupa untuk kritik dan memberikan saran jika ada yang dinilai belum benar.
Dia mengakui, setiap sampaikan pernyataan ada yang setuju dan dukung, namun ada juga yang menentang dan marah. Tapi dia kaui itu adalah risiko, karena demokrasi memang begitu.
"Memang keluarga dan para sahabat saya sering tidak tega kalau saya 'di-bully' habis, gara-gara pandangan dan saran saya kepada pemerintah. Sebagai mantan Presiden tentu tidak etis 'tiap hari' berbicara, apalagi kalau bikin gaduh. Itu bukan karakter saya. Seringkali 'diam itu emas'," terang dia.
Tapi, sebagai pemimpin partai politik, dalam keadaan tertentu dirinya merasa harus berbicara. Secara terukur dan konstruktif. Ingat, 'speak is silver', kata SBY.
"Dalam kampanye Pemilu 2019 ini, izinkan saya untuk lebih sering berbicara, agar rakyat tahu apa yang akan Demokrat lakukan jika kelak dapat amanah," tutup SBY.
Baca juga:
Bandara Lombok ganti nama, SBY persilakan jejak sejarahnya diganti Jokowi
Demokrat sebut SBY jadi penasihat khusus Prabowo di Pilpres
Pertemuan Prabowo-Sandi dan SBY tak akan bahas isu politik dua kaki Demokrat
Prabowo dan Sandiaga akan minta wejangan soal ekonomi ke SBY
Soal main dua kaki, SBY akan sampaikan sikap di HUT Puncak Demokrat