LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Daftarkan 2 ekor sapi, ribuan warga tolak Pilwali Surabaya ditunda

Warga menganggap, selama dua kali perpanjangan pendaftaran, ternyata belum juga ada bakal calon yang diusung partai.

2015-08-11 12:22:00
Pilkada Surabaya
Advertisement

Tolak Pilwali Surabaya, Jawa Timur diundur 2017, ribuan warga yang mengatasnamakan Forum Warga Peduli Pilkada Surabaya menggelar aksi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Surabaya di Jalan Adityawarman, Selasa (11/8).

Dalam aksinya, ribuan warga Kota Pahlawan dari berbagai kecamatan ini ‎juga membawa dua ekor sapi untuk didaftarkan sebagai calon lawan pasangan incumbent Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

Warga menganggap, selama dua kali perpanjangan pendaftaran, ternyata belum juga ada bakal calon yang diusung partai, khususnya Partai Koalisi Majapahit, yang mendaftar, maka para demonstran ini ‎ berniat mendaftarkan dua sapi tersebut.



"Selama ini partai-partai, khususnya yang ada di Koalisi Majapahit, sudah berniat memboikot Pilkada Surabaya. Itu artinya, mereka ingin 'membegal' pelaksanaan Pilwali Surabaya 2015. Sementara dinamakan Koalisi Majapahit, mengambil nama kebesaran Kerajaan Majapahit yang memiliki pasukan gagah berani, tapi Koalisi Majapahit ternyata hanya partai-partai pengecut," terang Korlap Aksi, Aprizaldi.

Selain berorasi warga Kota Pahlawan ini juga membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi penolakan penundaan Pilkada Surabaya 2015, serta berbagai poster berisi tudingan 'Begal Politik' kepada Koalisi Majapahit. Salah satu spanduk itu berbunyi: #Save Surabaya, Tolak Begal Pilkada, dan sebagainya.

"Ini Surabaya rek, jangan dibuat mainan. Jangan ada rekayasa. Ini Kota Pahlawan, ayo Suroboyo kompak, ojok digae dulinan," teriak salah satu Korlap Aksi dari Kecamatan Wonokromo.

Ribuan warga yang terdiri dari tukang becak, ibu-ibu, pelajar, pengamen dan berbagai elemen yang menginginkan Surabaya tetap kondusif dan tetap menjaga kedaulatan Kota Pahlawan.

"Saya warga dari kelompok PKL Rungkut, saya datang ke KPU protes, Pilkada Surabaya 2015 harga mati, saya tidak mau Surabaya dirusak demokrasinya. Ayo bapak-bapak KPU, saya meski orang tua masih memimpin paguyuban PKL, meminta Pilkada Surabaya harga mati 2015," teriak salah satu warga Surabaya yang ikut berorasi.

Sementara itu, warga terus berorasi secara bergantian, kadang juga, kelompok pengamen berorasi dengan membawakan lagu-lagu ciptaannya untuk menyegarkan suasana, ratusan personel kepolisian dari Polrestabes Surabaya, tetap bersiaga di depan pintu masuk Kantor KPUD Surabaya.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.