LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Curhat Megawati, nyali ciut lihat partai lain usung calon buat Pilkada

Saya bilang survei bukan patokan. Survei kenapa tidak begitu bagus. Kalian bisa menilai dia hanya sebagai sosok bukan dalam era kerjanya," ungkap Megawati.

2017-11-11 14:14:58
Megawati Soekarnoputri
Advertisement

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengaku merasa ciut ketika beberapa partai sudah mengumumkan calon yang diusung untuk pilkada serentak. Mega mengatakan untuk mencari dan mengusung pemimpin untuk beberapa wilayah itu sulit.

"Makannya mungkin kalau dilihat, partai ini gabungan partai ini sudah punya calon. Wah saya mulai ciut saja. Dan saya tetap berpegang sebagai ketum kemenangan ini bukan untuk orang itu tapi untuk PDIP, masyarakat," ujar Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Sabtu (11/11).

Mega mengatakan jadi seorang ketua umum tidak mudah. Dia harus memilih seseorang maju pada Pilkada 2018 dengan mengutamakan penilaian objektif dan mengesampingkan penilaian subjektif. Terdapat dua hal yang dikedepankan yaitu proses menjadikan calon itu sah jadi pemenangan. Dan kedua apakah dia mampu ketika diserahkan tugas selama lima tahun.

"Saya berulang kali bilang PDIP harus cari pemimpin di suatu wilayah. Insya Allah kalau dia bisa jadi. Dan ternyata itu tidak mudah. Mengatakan pada diri sendiri jangan bersifat subjektif tapi objektif. Tidak ada like atau dislike. Dan harus positif. Dan ternyata tidak mudah," kata Megawati.

Dia juga tidak bisa membayangkan jika mengusung pemimpin dengan menghalalkan segala cara. Dan selama lima tahun apakah kata Mega, bisa bertugas dengan baik. Mega juga menyakini untuk memberikan yang terbaik untuk setiap wilayah yang akan partainya usung. "Saya mencoba memberikan yang terbaik," tegas Megawati.

Megawati juga mengatakan untuk memilih pemimpin survei bukan suatu acuan. Tetapi harus menilai dalam era kerjannya. "Saya bilang survei bukan patokan. Survei kenapa tidak begitu bagus. Kalian bisa menilai dia hanya sebagai sosok bukan dalam era kerjanya," ungkap Megawati.

"Aspirasinya gimana dan tentu saja generasi mudanya berumur 17 keatas untuk pemilihan kali ini jumlahnya tinggi sekali. Kalau orangnya kenal secara umum. Bagaiaman kalangan mudanya," ucap Megawati.

Baca juga:
Blak-blakan Megawati hadapi momentum yang buat nyali ciut
PDIP usung I Wayan Koster-Cok Oka Arthadan di Pilgub Bali
Kekalahan PDIP 2013 di Bali, Megawati sebut jadi pelajaran
Hasto akui Dedi Mulyadi intens berkomunikasi untuk Pilgub Jabar
Ini visi misi Wayan Koster selesaikan polemik Teluk Benoa di Bali
Diusung PDIP, I Wayan Koster akan batasi pembangunan hotel di Bali
Megawati di depan kader: Pilih pemimpin untuk pemerintahan bukan agama

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.