LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Cerita SBY sakit dan sedih ketika gagal jadi wapres Mega

"Omong kosong kalau ada yang mengatakan kalah dalam pemilihan presiden atau wakil presiden itu biasa saja," kata SBY.

2014-01-19 09:16:24
Buku SBY
Advertisement

Meski memenangi Pilpres dua kali berturut-turut, bukan berarti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah kalah dalam kontestasi politik. Dia pernah kalah saat mencalonkan diri sebagai wakil presiden untuk Megawati Soekarnoputri pada 2001.

Saat itu, Megawati baru saja terpilih menjadi Presiden ke-5 RI, menggantikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), lewat Sidang Istimewa MPR.

"Saya yang berada di luar pemerintahan, atas dukungan banyak kalangan dan sejumlah fraksi di MPR, ikut mengajukan diri sebagai calon wakil presiden. Saya berani maju karena polling yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei menunjukkan bahwa dukungan rakyat untuk saya tinggi. Bahkan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tokoh yang lain," kata SBY dalam buku 'Selalu Ada Pilihan' halaman 194, seperti dikutip merdeka.com, Minggu (19/1).

Namun, prediksi itu tak sesuai kenyataan. Dari lima calon wapres, perolehan suara SBY di bawah Hamzah Haz , Akbar Tandjung . Akhirnya, Hamzah Haz , Ketua Umum PPP saat itu, yang menjadi wakil presiden Megawati.

SBY bercerita kekalahan itu sangat membuatnya sedih. "Menyangkut perasaan, tentu saya sakit dan sedih. Omong kosong kalau ada yang mengatakan kalah dalam pemilihan presiden atau wakil presiden itu biasa saja. Tidak ada sedihnya," kata SBY.

Tapi, bagi SBY, "Kesedihan itu tidak lama berlangsung, karena dengan penalaran yang saya lakukan, saya bisa mengontrol emosi saya."

"Saya menyimpulkan bahwa saya kalah, ya karena saya salah. Saya sendiri yang salah dalam memahami apa arti pemilihan yang tidak langsung," imbuhnya.

SBY mengakui telah salah melakukan kalkulasi. "Saya pikir saya akan menang karena dukungan rakyat yang begitu tinggi. Saya lupa bahwa yang memilih seorang calon wakil presiden waktu itu hanyalah 700 orang anggota MPR. Bukan sekian ratus juta rakyat Indonesia," ujarnya.

Setelah kekalahan yang menyakitkan itu, SBY mengatakan, langsung memanggil tim suksesnya pada malam harinya. SBY menyampaikan terima kasih kepada mereka.

Esok harinya, bertempat di Hotel Hilton (sekarang Hilton Sultan), SBY menyampaikan keterangan kepada pers bahwa dia menerima kekalahan.

"Setelah menyampaikan pernyataan itu hati saya menjadi lega," ujarnya.

Baca juga:
SBY: Saya sangat siap menjalin silaturahim dengan Ibu Megawati
Setiap salaman dengan Megawati, SBY terima banyak SMS
SBY: Gus Dur lebih reaktif, Megawati cenderung diam
Cerita SBY 'ditolak' bupati di Bali karena Megawati
Cerita SBY didamprat gara-gara jatah kursi menteri

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.