LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Cerita SBY 'ditolak' bupati di Bali karena Megawati

SBY mengakui, dalam dua kali pilpres, 2004 dan 2009, Megawati selalu mengalahkannya di Bali.

2014-01-19 15:19:52
Selalu Ada Pilihan
Advertisement

Dalam buku 'Selalu Ada Pilihan' yang ditulisnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) beberapa kali menyebut nama Megawati Soekarnoputri . Salah satunya saat SBY menuliskan apa yang dilakukan pendukung Megawati di Bali akibat kekalahan jagonya tersebut di Pilpres 2004.

Cerita berawal saat SBY menghadiri Pesta Kesenian Bali di Denpasar, beberapa bulan setelah terpilih menjadi presiden pada 2004. Dari penuturan anak buahnya Jero Wacik (sekarang Menteri ESDM), ada beberapa bupati yang tidak mau hadir dalam acara tersebut.

"Saya tersenyum. Saya tahu yang dimaksudkan Pak Wacik. Dalam setiap pemilu, termasuk pemilihan presiden memang Bali adalah basis kekuatan politik Ibu Megawati ," kata SBY di halaman 509, seperti dikutip merdeka.com, Minggu (19/1).

Topik pilihan: Partai Demokrat | PDIP

SBY mengakui, dalam dua kali pilpres, 2004 dan 2009, Megawati selalu mengalahkannya di Bali.

"Tahun 2004 Ibu Mega mendapatkan dukungan 62,3 persen, sedangkan saya 37,7 persen. Sementara, dalam Pilpres 2009 suara yang diraih Ibu Megawati 52 persen, dan suara saya 43 persen," kata SBY .

Dengan kondisi seperti itu, SBY meyakini, "Hampir pasti sebagian besar bupati di Bali mendukung Ibu Megawati ."

SBY mengatakan, sangat mengerti jika sebagian kalangan masih belum menerima kehadirannya sebagai presiden. Terutama ketika pilpres baru selesai dilaksanakan. "Terutama sekali para pendukung Ibu Megawati ," kata SBY .

Sebenarnya, kata SBY , hal seperti itu tidak perlu terjadi pada pejabat pemerintahan, termasuk bupati, wali kota, dan gubernur.

"Siapa pun presidennya, mereka semua wajib loyal dan mendukung, karena sesuai dengan konstitusi kita, UUD 1945, presiden memegang kekuasaan pemerintahan. Begitu etika dan aturan main yang berlaku," papar SBY .

Baca juga:
Apa yang dilakukan SBY setelah pensiun menjadi presiden?
Ketika SBY memilih bersikap 'in between'
'Buku SBY seperti sedia payung sebelum hujan'
SBY: Gus Dur lebih reaktif, Megawati cenderung diam
Setiap salaman dengan Megawati, SBY terima banyak SMS

Advertisement
(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.