Cerita Prabowo saat masih kurus & diminta tak tebang pohon rindang
Prabowo Subianto kembali turun gunung demi memenangkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI pada 15 Februari nanti. Dia melakukan tatap muka dengan masyarakat di Roemah Djoeang Jalan Jembatan Bandung, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto kembali turun gunung demi memenangkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI pada 15 Februari nanti. Dia melakukan tatap muka dengan masyarakat di Roemah Djoeang Jalan Jembatan Bandung, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
Prabowo juga menyampaikan orasi politiknya. Namun bila kebanyakan Ketum Partai menyampaikan pidato secara formal, Prabowo malah sambil bergurau.
Kepada warga, dia menceritakan pengalamannya saat menjadi Komandan Batalyon 38. Saat itu dia mengumpulkan 12 perwira di sebuah lapangan di Cilodong. "Ada cerita nih, pada mau denger enggak?," tanya Prabowo pada warga.
"Cerita pas masih Danyon (Komandan Batalyon) 38 waktu masih ganteng, Gue pernah kurus belum kaya sekarang," katanya sambil tertawa.
Kala itu di lapangan Cilodong banyak sekali pohon tinggi dan rindang. Lalu, dia berkata ada satu pohon rindang dianggap menghalangi pandangannya. Kemudian dia bertanya kepada 12 perwira apakah seharusnya ditebang saja pohon tersebut.
"Semua saya tanya satu-satu. Ini pohon ganggu enggak? Menurut saya ini ganggu karena mengganggu pemandangan. Saya tebang aja bagaimana?," kata Prabowo.
"Mereka bilang siap Pak bagus ide Bapak. Pak potong aja Pak. 12-nya setuju aja. Tapi ada satu kopral yang duduk di bawah pohon yang dimaksud. Terus dia nyeletuk. 'Jangan Pak, itu pohon tempat kami nunggu apel, pohonnya rindang Pak. 15 tahun itu waktunya lama jangan dipotong Pak'. Dia bilang gitu," cerita Prabowo.
Mendengar jawaban itu Prabowo menyimpulkan bahwa berpangkat rendah justru lebih jujur dalam menilai sesuatu. Mereka mengungkapkan isi hatinya secara jujur, berbeda dengan para pejabat berpangkat tinggi kerap menggunakan akalnya untuk perbuatan menyimpang.
"Jadi kita harus berani untuk menyampaikan kebenaran demi kebaikan. Jadi pelajaran jadi jangan jangan yang di bawah lebih jujur dari yang di atas. Maka saya perintahkan kepada kader Gerindra dengan sekutunya untuk langsung turun ke bawah, RT /RW menyerap aspirasi," ungkap Prabowo.
Dia juga berpesan agar warga bersikap kritis terhadap kebijakan pemimpin. Jangan asal terima kebijakan tanpa mengacuhkan dampak dari kebijakan.
Baca juga:
Prabowo ingatkan warga Jakarta: Salah pilih, sengsaranya 5 tahun
Prabowo: Rebut Jakarta untuk selamatkan Indonesia!
Cerita lucu Prabowo masuk tentara karena takut matematika
Aksi Prabowo bakar semangat relawan demi menangkan Anies-Sandi
Prabowo blak-blakan soal survei, alat propaganda demi cari duit