LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Cerita polling menteri Jokowi, banyak orang coba intervensi

"Kami tidak boleh menerima sumbangan dari pihak luar walaupun hanya berupa teh manis dan nasi bungkus," kata Puthut.

2014-09-19 09:12:18
Jokowi Presiden Indonesia 2014
Advertisement

Jokowi Center, salah satu organisasi relawan Jokowi-JK, kemarin sudah merilis 34 nama calon menteri hasil polling yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Ternyata banyak kisah menarik di balik polling Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) tersebut.

Puthut EA, salah satu inisiator polling sekaligus pendiri Jokowi Center, mengungkapkan banyak orang yang ngebet jadi menteri mendekati pihaknya ketika polling berlangsung. Bahkan, mereka mencoba mengintervensi.

"Banyak sekali. Dari mulai protes agar menurunkan atau menghilangkan nama-nama yang dianggap tidak pantas duduk di sana sampai diminta memunculkan nama-nama tertentu di polling tersebut," kata Puthut kepada merdeka.com, Jumat (19/9).

Namun atas permintaan itu, Puthut menegaskan, tidak bisa memenuhinya. "Ya saya tidak mau. Ini kan soal proses yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun," ujar pria yang lebih dikenal sebagai sastrawan asal Yogyakarta ini.

Puthut mengatakan, kalau sampai memenuhi permintaan tersebut, "Saya berkhianat terhadap tujuan awal kegiatan ini dilaksanakan."

"Banyak orang yang serius memilih dengan ikhlas dan serius, itu kan amanah. Saya tidak mungkin mengkhianati amanah tersebut," imbuh alumnus Filsafat UGM ini.

Puthut juga memastikan anggota tim KAUR yang lain juga tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.

"Saya yakin anggota tim KAUR ini orang-orang baik. Sebagaimana kebanyakan relawan mereka tidak dibayar bahkan mengeluarkan uang. Saya kenal mereka semua sejak lama. Kerelawanan mereka terhadap Jokowi juga sudah sejak dari Pilkada DKI 2012," ujar dia.

Selain itu, papar Puthut, pihaknya juga menerapkan sistem yang ketat. "Kalau ada kegiatan offline yang terpaksa kami datangi, minimal harus dua orang. Supaya ada kontrol," ujar dia.

Puthut menambahkan, dalam menjalankan pekerjaan di kantor termasuk ketika rekap data, para relawan membuat tim kecil.

"Sekali lagi supaya saling kontrol. Bahkan kami tidak boleh menerima sumbangan dari pihak luar walaupun hanya berupa teh manis dan nasi bungkus dari sejak polling dibuka sampai polling ditutup," ujar dia.

"Jadi kalau ada yang mau nraktir kami ngopi tentu bisa tapi setelah tanggal 18 September," kata Puthut sambil tertawa.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.