LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Cerita JK di balik islah Golkar, mau tetap jadi partai atau ormas

Wapres Jusuf Kalla: Partai politik yang tidak cari kekuasaan atau kekuatan di bukan partai, jadi ormas saja.

2015-11-01 22:41:30
Partai Golkar
Advertisement

Berbatik kuning, Wakil Presiden Jusuf Kalla didaulat memberikan pidato saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/11). Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengapresiasi langkah dua kubu yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, untuk berdamai.

Jusuf Kalla atau akrab disapa JK memulai dengan cerita mendamaikan kubu Agung dan Ical. Dia mengaku beberapa waktu lalu bertemu dengan dua kubu, di saat gelombang perpecahan melanda tubuh Golkar.

"Saya sampaikan ke saudara Ical dan Agung, kalau tidak bersatu, Anda membawa Golkar dari Partai berubah jadi Ormas (Organisasi Masyarakat). Ternyata kata-kata saya itu membuat mereka berpikir dan Golkar menjadi satu kembali," ujar Jusuf Kalla disambut tepuk tangan peserta silatnas.

Advertisement

Bukan tanpa alasan JK menuturkan itu. Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, cita-cita Partai Politik adalah memajukan bangsa melalui kekuasaan di pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Prinsip Partai Politik, menuju kemakmuran dan mencapainya lewat kekuasaan.

Karena itu dia tidak menampik bahwa Partai Politik selalu haus kekuasaan baik di legislatif maupun eksekutif melalui Pilkada, Pileg dan Pilpres. Jika Golkar tetap berkonflik dan absen dalam Pilkada serentak, maka hilang kesempatan ikut serta membangun bangsa melalui kekuasaan.

"Partai politik yang tidak cari kekuasaan atau kekuatan di bukan partai, jadi ormas saja. Kita hadir berpartai untuk tujuan berbangsa, lewat kepemimpinan eksekutif dan legislatif," paparnya.

Advertisement

Sebagai partai tertua di republik ini, Golkar seharusnya bisa menjadi contoh dan tauladan yang baik dalam perpolitikan nasional. Selama ini Golkar dianggap sebagai partai besar. Buktinya, beberapa kader partai yang sudah berumur setengah abad ini, 'sudah berhasil melahirkan' empat partai baru.

"Tokoh-tokoh Golkar lahirkan partai baru. Kita harapkan sudah jangan tambah lagi, cukup. Apa harapan ke depan? Dengan kesatuan kembali akan beri refleksi bahwa semua dijalankan dengan demokratis," kata JK.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.