LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Cerita-cerita lucu Mahfud MD saat jadi pejabat negara

Selama menjabat sebagai pejabat negara era Gus Dur, Mahfud puya segudang kisah lucu yang ia ceritakan. Berikut cerita-ceritanya:

2018-08-10 06:20:00
Mahfud MD
Advertisement

Mahfud MD punya banyak pengalaman di bidang pemerintahan. Pernah menjadi Menteri Pertahanan, Menteri Kehakiman dan HAM, anggota DPR RI periode 2004-2008, dan juga Ketua Mahkamah Konstitusi.

Selain soal jabatan, Mahfud dikenal dekat dengan Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Banyak cerita lucu dari Mahfud saat bersama Gus Dur. Berikut kenangan-kenangan Mahfud MD selama masa pemerintahan Gus Dur:

Advertisement

Diangkat menjadi Menteri Pertahanan

Mahfud terkejut saat dipilih sebagai Menteri Pertahanan. Dia tidak percaya kalau Gus Dur menunjuknya untuk menempati jabatan tersebut. Bahkan dia langsung menawar beberapa kali supaya tidak dijadikan menteri pertahanan. Namun tidak digubris oleh Gus Dur.

"Saya cerita pada suatu hari Presiden Abdurrahman Wahid memanggil saya dan mengatakan, 'Pak Mahfud saya perlu tiga ahli tata negara. Saya sudah punya dua tapi kurang satu'. Pertama ahli yang dimiliki Yusril. 'Yusril akan saya angkat kembali jadi Menkumham. Yang kedua Marsilam Simanjuntak akan saya angkat menteri sekretaris kabinet. Lalu yang ketiga antum'," kata Mahfud, menirukan Gus Dur.

"Saya tidak percaya. Saya kira saat itu menteri pertanahan. Ternyata bukan menteri pertanahan, tapi menteri pertahanan. Saya lalu bilang, tidak pernah belajar ketahanan. Gus Dur menjawab, 'saya saja tidak belajar jadi presiden, bisa jadi presiden, politik itu sifatnya umum'," kata Mahfud.

Advertisement

Mahfud lalu menawar, bagaimana kalau menteri kehakiman? Gus Dur mengatakan tidak bisa karena Yusril senang berada di situ. Bagaimana kalau menteri sekretaris kabinet? Tidak bisa, karena Marsilam orangnya teliti. Saya perlukan tenaganya urus surat biar tidak salah.

"Saya tawar, bapak presiden, saya urus Deputi Kemenkumham gantikan Pak Hasbalah M Sa'ad? Tidak bisa besok saya bubarkan," tutur Mahfud.

Lalu Mahfud diberi masukan dari temannya agar tidak menolak permintaan Gus Dur tersebut. Namun Mahfud menganggap penunjukan Gus Dur itu lucu dan aneh. "Saya keluar, salah satu rekan saya bilang, antum (kamu) jangan tawar terus kalau tidak mau tidak jadi menteri. Siap saya terima dan laksanakan. Itu pengangkatan lucu dan aneh. Ketika jabatan itu saya terima besok jam 8 malam rencana akan diumumkan. Lalu saya disuruh berikan kartu nama. Tidak punya kartu nama, akhirnya saya tulis di kertas. Saya tidak bawa kartu nama," ucapnya.

Mahfud juga pernah dilarang jadi anggota DPR oleh Gus Dur

Guyonan Gus Dur ini dicurahkan dalam satu obrolan. Gus Dur mengatakan bahwa ada empat orang yang dia larang menjadi anggota DPR. "Beliau menyebut, empat orang ini Mbak Khofifah, AS Hikam, Alwi Shihab, dan saya. Saya tanya, kenapa Gus Dur? Kami aktif di PKB nantinya kan jadi anggota DPR," ujar Mahfud.

Dalam cerita Mahfud, Gus Dur menganggap DPR tempat orang berbohong. "Gus Dur bilang, DPR itu tempatnya orang-orang bohong. Kalian tidak pandai berbohong. Lalu kenapa yang lain boleh jadi anggota DPR? Karena yang lain tukang bohong, biarlah dipasang untuk melawan para tukang bohong," ujar Mahfud menirukan ucapan Gus Dur.

Nasihat Gus Dur untuk Mahfud saat jadi menteri

Saat Mahfud menjabat sebagai menteri, ia diberikan nasihat oleh Gus Dur agar tak boleh ragu dan tegas saat ambil keputusan. "Ketika saya jadi menteri, Gus Dur menasihati saya dengan cerita lucu untuk teguh pendirian dan cepat mengambil keputusan. Itu menyampaikannya humor, tapi maksud dia semua pemimpin itu tidak boleh ragu," ujar Mahfud.

Mahfud menilai semua cerita Gus Dur mempunyai pesan tertentu, tidak sembarang humor. Setiap satu cerita yang sama bisa diceritakan ke setiap orang dengan pesan yang berbeda-beda.

Humor Gus Dur yang sesuai dengan saat sekarang, kata Mahfud, adalah kita harus mengambil tindakan tegas. "Tidak boleh karena ada orang mengusulkan A, ada orang mengusulkan B, kita tidak mengambil keputusan, lalu melemparkan ke tengah-tengah masyarakat padahal keadaan semakin memburuk."

"Kalau Gus Dur mengatakan segera saja ambil keputusan karena setiap pengambilan keputusan pasti ada risikonya. Termasuk kalau tidak mengambil keputusan, itu akan jauh lebih berat," katanya.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.