'Cawapres Prabowo yang penting nasionalis religius'
Gerindra sendiri dikenal solid bersama PAN dan PKS pada pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Maka dari itu, Fadli menilai visi misi tiga partai ini sudah sesuai.
Partai Gerindra akan mengusung Prabowo Subianto untuk berlaga di Pilpres 2019. Namun mengenai siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo masih misteri.
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo pun membeberkan sosok yang ideal untuk disandingkan dengan kakak kandungnya.
"Yang penting nasionalis religius," katanya saat ditemui disela acara Wadah Hotel Millennium, Jakarta, Kamis (22/3).
Kendati demikian, Hashim mempersilahkan segala latar belakang figur yang masih terbuka untuk dijodohkan dengan Prabowo. Dia menilai, masyarakat sipil juga mungkin mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra itu.
"Ya tidak menutup kemungkinan bisa dari militer, bisa sipil, bisa aktivis, bisa anak muda, bisa senior segala kemungkinan lah," ujarnya.
"Sama Pak JK gimana?" tanya awak media.
"Saya gak mau ekspektasi tanya sama Pak Prabowo saja ya," jawab Hashim.
Partai Gerindra terus berkoordinasi dengan calon mitra koalisi potensialnya yakni PKS dan PAN untuk Pilpres 2019. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menegaskan partainya tetap konsisten mendukung Prabowo Subianto yang segera dideklarasikan menjadi capres pada April nanti.
"Kami masih terus berkoordinasi dengan mitra-mitra, calon mitra koalisi dengan PKS, PAN mudah mudahan dalam waktu dekat bisa bersama sama. Tapi yang jelas dari sisi Gerindra kita akan deklarasikan dulu pak Prabowo sebagai calon presiden yang akan kita usung," kata Fadli Zon saat ditemui di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).
Gerindra sendiri dikenal solid bersama PAN dan PKS pada pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Maka dari itu, Fadli menilai visi misi tiga partai ini sudah sesuai.
"Jadi chemistry nya sudah ketemu. Jadi saya sampaikan telah ada kesesuaian mudah-mudahan tinggal nanti bagaimana rangement-nya," tandasnya.
(mdk/fik)